Kue Kelinci dan Telur Coklat Populer untuk Paskah
Dikelilingi oleh cokelat selama berbulan-bulan mungkin terdengar seperti mimpi kebanyakan orang, tetapi dalam kehidupan nyata ‘Oompa…
Dikelilingi oleh cokelat selama berbulan-bulan mungkin terdengar seperti mimpi kebanyakan orang, tetapi dalam kehidupan nyata ‘Oompa Loompa’ dari Adora Handmade Chocolate, itu hanya bagian dari pekerjaan.
Terletak di belakang jalan Marrickville, Sydney, sekelompok tukang roti yang berdedikasi dan pembuat coklat atau chocolatiers telah bekerja keras sejak malam Natal dalam menyambut Perayaan Paskah Tahun ini.
Mereka memproduksi coklat telur, kue-kue dan kudapan lezat bagi ribuan orang, kualitas dan kuantitas menjadi amat penting bagi pengusaha lokal di Kota Sydney ini.
Pendiri Adora Handmade Chocolate, Tina Angelidis, versi Yunani-Australia dari karakter pembuat coklat di film Hollywood Willy Wonka ini, telah mendedikasikan dua dekade terakhir hidupnya untuk seni membuat cokelat.
Dalam produksi sepanjang tahun, menjelang perayaan Hari Paskah selalu menjadi waktu tersibuk bagi timnya.
"Memiliki staf yang baik benar-benar membantu," ujar Tina sambil tertawa.
Berkonsentrasi penuh untuk membuat semua titik coklat putih dan garis biru dari adonan icing menjadi sempurna, staf Tina tidak memiliki banyak waktu tersisa untuk pengambilan sampel.
"Ketika kita berusaha memenuhi target jumlah produksi setiap tahun, kita mengevaluasi berapa banyak telur yang kita perlu buat untuk tahun mendatang, karena setiap tahun permintaannya selalu saja bertambah.”
Pada malam Natal mereka memulai produksi Paskah dengan angkatan pertama telur coklat kecil mereka, dan selama tiga bulan ke depan menghasilkan lebih dari 25.000 butir telur coklat.
"Telur coklat Paskah biasanya dibuat dari coklat saja, jadi tidak ada yang ditambahkan ke dalamnya," kata Tina.
"Jadi, Anda sedang melihat kemurnian kualitas cokelat."
Datang jauh-jauh dari Belgia, Tina memastikan telur coklat buatannya menggunakan coklat dari kaliber tertinggi.
"Ini seperti anggur dari daerah tertentu," katanya.
Pada perjalanannya untuk menemukan cokelat yang terbaik di dunia, Tina melihat cetakan kue berbentuk kelinci dan bebek di Paris yang dia rasa harus dibawanya serta ketika kembali.
"Sayangnya semua cetakan itu dibuat dari satu-satunya produsen, sehingga semua perusahaan coklat mau tak mau menggunakan cetakan yang sama persis.
“Jadi, Anda harus memilih sesuatu yang Anda belum pernah melihatnya di pasaran sebelumnya, dan pada khususnya kelinci atau bebek yang belum pernah saya lihat sebelumnya.”
Setelah mempelajari Ilmu Gizi dan Dietetik di di Sydney University, Tina memutuskan untuk memulai bisnis rumahan dengan adiknya.
"Makanan yang selalu menjadi prioritas tinggi bagi saya," kata Tina.
Meskipun coklat tidak termasuk dalam lima kelompok makanan, Tina mengatakan: "Segala sesuatu didalam moderasi selalu menjadi keyakinan besar saya."
Terutama dari pada musim perayaan Paskah, ketika orang-orang lebih cenderung untuk memanjakan diri.
"Dengan coklat berkualitas baik, Anda akan sulit untuk bisa melahap satu blok besar coklat," kata Tina.
"Tidakkah Anda ingin memberikan sesuatu yang berukuran sedikit lebih kecil yaitu coklat berkualitas baik dan lebih alami, sehingga mereka tidak akan mendambakan gula dan mereka benar-benar akan menikmati cokelat?
"Ini akan mengubah pola pikir mengenai berbagai jenis coklat dan kembang gula yang manis, yang tidak baik untuk Anda."
Sebagai warga Australia keturunan Yunani, Tina merangkul kedua budaya selama musim Paskah jika berkaitan dengan makanan.
"Kami sebenarnya tidak terlalu memiliki kaitan dengan telur Paskah, tapi kita memiliki roti Paskah Yunani," jelasnya.
"Ini adalah roti brioche yang mengembang, karena Kristus telah bangkit. Di Yunani roti semacam ini menjadi sangat populer untuk ditambahkan coklat ke dalam roti tersebut.”
"Apakah anda orang Yunani atau bukan, roti semacam ini ... orang-orang pasti menyukainya."
Menjadi pendiri perusahaan coklat terkadang dapat juga merugikan.
Jika Tina mendatangi sebuah pesta makan malam dan hanya membawa sebotol anggur, tuan rumah menjadi tidak terkesan.
"Saya pikir \'Oh, bagus. Apakah itu sebabnya saya diundang? Untuk sekotak coklat, dan bukan karena saya ?!\'"
Dia paham dari hati yang terdalam bahwa meskipun bekerja dalam bisnis cokelat merupakan sebuah kerja keras - terutama menjelang perayaan Paskah seperti sekarang ini - upaya tersebut layak dilakukan karena mendatangkan sedikit kebahagiaan dalam kehidupan masyarakat.
Ikuti kisah menarik lainnya dengan bergabung bersama Australia Plus community di Facebook, atau follow kami di Twitter dan Instagram.