Breaking News:
ABC World

Iklan Pariwisata Australia di Super Bowl Dianggap Sukses Besar

Iklan pariwisata Australia bernilai jutaan dolar yang menampilkan Chris Hemsworth dan sosok Crocodile Dundee mendapat pujian dari…

Iklan pariwisata Australia bernilai jutaan dolar yang menampilkan Chris Hemsworth dan bintang-bintang lainnya mendapat pujian dari pemerintah Australia. Sebelumnya telah beredar trailer \'Dundee Movie\' yang dikira banyak orang sebagai kelanjutan film \'Crocodile Dundee\'.

Pemerintah federal Australia menganggap iklan ini sebagai sebuah kesuksesan besar, setelah disiarkan di Amerika Serikat saat pertunjukkan Super Bowl Halftime, di tengah pertandingan tahunan liga nasional football (NFL).

Iklan tersebut didanai pembayar pajak dengan meniru film ternama \'Crocodile Dundee\' yang dibuat di tahun 1980an. Iklan tersebut bertabur bintang-bintang ternama Australia, seperti Russell Crowe, Margot Robbie, Hugh Jackman dan Hemsworth bersaudara.

Tonton videonya disini.

Menteri Perdagangan Australia, Steve Ciobo mengklaim iklan tersebut telah ditonton lebih dari 100 juta warga Amerika Serikat dan menghasilkan $30 juta, sekitar Rp 300 miliar lewat media secara gratis.

Salah satu alasannya banyak warga Amerika yang percaya iklan yang meniru film tersebut telah memicu penerbitan sejumlah artikel soal kesuksesannya.

Menteri Ciobo tidak mengatakan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan slot iklan di acara Superbowl, yang mungkin bisa bernilai $50 juta, sekitar Rp 500 miliar. Tapi ia mengatakan iklan tersebut adalah bagian dari kampanye pariwisata Australia yang bernilai $36 juta, sekitar Rp 360 miliar.

"Yang terpenting adalah nilai kampanye ini, yakni $36 juta untuk dua tahun, dan kita sudah memiliki jumlah sebanyak itu."

Tidak diketahui pula berapa jumlah yang dibayar kepada bintang-bintang yang terlibat dalam iklan tersebut, tapi menteri Ciobo mengatakan mereka telah setuju untuk dibayar minimum dengan \'harga teman\'.

Sementara itu Direktur Manajer John O\'Sullivan dari Tourism Australia mengatakan sengaja menggambarkan Australia di tahun 80-an sebagai strateginya.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved