ABC World

Wasit Perempuan Australia Seringkali Jadi Korban Pelecehan Profesi

Di lapangan, Delfina Dimoski telah gagal melawan pemerkosaan, hukuman mati dan pelecehan verbal - dan bahkan setelah menyelesaikan…

Ia mengatakan, menjadi suara yang seringkali tidak populer di lapangan begitu cukup sulit, terlepas dari urusan gender.

"Sedihnya bagi perempuan, karena kita sudah menjadi minoritas di dalam minoritas, itu sangat menantang," katanya.

Dan ia mengatakan, tak hanya sulit untuk membuat perempuan menjadi wasit, tetapi juga untuk mempertahankan mereka begitu mereka masuk.

"Sangat sulit bagi kami untuk mempertahankan wasit perempuan kami," katanya.

"Kami baru-baru ini mensurvei anggota kami dan anggota kami mengatakan alasan mengapa perempuan hengkang adalah karena pelecehan yang mereka hadapi."

Dalam upaya untuk menarik lebih banyak wasit perempuan, satu-satunya kursus perempuan diselenggarakan oleh Capital Football, yang memungkinkan seluruh 27 peserta memenuhi syarat untuk mendapat kursus secara gratis.

Dimoski akan menjadi bagian dari proses itu, tetapi mengatakan pendidikan adalah kunci untuk mengubah perilaku dan mempertahankan wasit.

"Mendidik pemain bahwa berperilaku seperti ini tidak baik," katanya.

"Tak bisa diterima di masyarakat, jadi mengapa itu bisa diterima di lapangan?."

Menjadi teladan generasi berikutnya

Halaman
1234
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved