Persija Pulang ke Jakarta Tanpa Marko Simic yang Dituduh Lakukan Pelecehan di Australia
Meski sempat memperkuat Persija saat bertanding melawan tim sepakbola Australia, Newcastle Jets dalam kualifikasi Liga Champions Asia,…
"Keputusan itu adalah keputusan saya dan Marko. Kita sudah bicara dengannya dan lebih baik dia bermain daripada memikirkan situasinya," ujar Ivan kepada kantor berita AAP.
"Ia juga sudah bekerja keras dan ia sangat sangat bagus."
Manajer Persija mengatakan telah mengetahui insiden yang melibatkan Marko dan menyebutnya masih sebagai tuduhan, karena tidak ada penumpang lain yang menyaksikan kejadian tersebut.
"Kami masih dalam posisi menunggu perkembangan dan hasil dari penyelidikan yang tengah dilakukan oleh pihak berwajib," ujar Manajer Persija Jakarta, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko seperti yang dikutip dari Detik Sport.
Sementar itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi telah meminta agar PSSI turun tangan untuk menangani kasus Marko.
"Saya meminta kepada PSSI untuk melakukan pendampingan, untuk mengirimkan tim pengacara disana," kata Imam, dari laporan yang ditulis situs Bola.net.
Di hari yang sama saat Persija melawan Newcastle Jets, ABC menurunkan laporan fanatisme sepak bola Indonesia yang telah menewaskan 74 orang dalam 25 tahun terakhir.
Dalam program Foreign Correspondent tersebut, ABC juga mewawancari Marko yang diminta tanggapannya soal penggemar fanatik Jakmania.
"Benar-benar gila di Jakarta, penggemar disini jadi salah satu yang tergila di dunia," ujar Marko.
Program tersebut juga menyebut liga nasional Indonesia jadi salah satu liga yang mematikan di dunia.