APEC SCCP Meeting 2022: Bea Cukai Lantang Suarakan Kesetaraan Gender di Forum Internasional

Bea Cukai turut menyuarakan kesetaraan gender melalui forum internasional, yaitu APEC SCCP Meeting 2022.

Editor: Content Writer
dok. Bea Cukai
Bea Cukai turut menyuarakan kesetaraan gender melalui forum internasional, yaitu APEC SCCP Meeting 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Peringatan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2022 lalu menjadi momen tepat dalam meningkatkan kesetaraan dan menghilangkan diskriminasi terhadap kaum perempuan.

Menyadari pentingnya pemberdayaan perempuan, khususnya di bidang ekonomi, Bea Cukai terus mengkaji peluang dan kendala yang ada untuk memberdayakan perempuan agar memiliki suara dan menjadi pemain yang setara dalam pengambilan keputusan di bidang ekonomi, termasuk di bidang kepabeanan dan cukai.

Instansi kepabeanan yang memiliki tugas sebagai fasilitator perdagangan ini pun turut menyuarakan kesetaraan gender melalui forum internasional, yaitu Asia-Pacific Economic Cooperation Sub-Committee on Customs Procedure (APEC SCCP) Meeting 2022.

Direktur Kerja Sama Internasional Kepabeanan dan Cukai, Anita Iskandar mengatakan dalam forum yang dibentuk pada tahun 1994 dengan tujuan untuk memenuhi komitmen para pemimpin ekonomi APEC terkait dengan isu-isu kepabeanan, yaitu untuk menyederhanakan dan mengharmonisasikan prosedur kepabeanan guna memfasilitasi perdagangan itu, Bea Cukai memaparkan materi di depan para anggota ekonomi APEC SCCP berjudul Embracing Gender Equality and Diversity in Indonesia Customs.

Materi tersebut dibawakan oleh Kepala Seksi Kerja Sama Multilateral I, I Gusti Ayu Ari Tiastary selaku anggota Bidang Perencanaan dan Kebijakan Pengarusutamaan Gender Kantor Pusat Bea Cukai.

"Bea Cukai merupakan focal point pada subfora SCCP yang memfasilitasi sharing session terkait inisiatif dan informasi antarmember ekonomi dan APEC Secretariat. Dalam forum tersebut, kami berkesempatan menyampaikan implementasi pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan di Kementerian Keuangan, khususnya Bea Cukai."

"Kami percaya bahwa untuk mencapai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan diperlukan perlakuan yang adil dalam akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat dalam menikmati hasil pembangunan (termasuk untuk kelompok rentan/terbelakang, yaitu anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas) dengan memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan masalah yang ada. Materi kesetaraan gender yang kami bawakan pun selaras dengan tema Hari Perempuan Internasional tahun ini, yaitu gender equality today for a sustainable tomorrow," kata Anita yang juga menjadi pemimpin delegasi Bea Cukai dalam virtual plenary meeting yang diselenggarakan pada 15-17 Februari 2022 tersebut.

Pada pertemuan pertama dalam tahun 2022 yang dihadiri oleh perwakilan administrasi pabean dari 21 negara anggota APEC dan guest economy, serta organisasi internasional lainnya itu, Bea Cukai menegaskan bahwa komitmen pimpinan sangat berperan dalam menyukseskan implementasi pengarusutamaan gender, sehingga kebijakan dan tindakan yang telah diambil sejalan dengan semangat pencapaian kesetaraan dan kesetaraan gender.

Bea Cukai pun menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan ketentuan pengarusutamaan gender bagi pemangku kepentingan internal dan eksternal.

"Tujuan dari pengarusutamaan gender ini ialah untuk memastikan bahwa semua kebijakan, program dan kegiatan adil dan setara untuk laki-laki dan perempuan, menjamin kesinambungan, keberlanjutan, dan pengembangan gender, dan memastikan seluruh pihak dapat memahami konsep, prinsip, dan strategi ketentuan pengarusutamaan gender sesuai kewenangannya," lanjut Anita.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved