Bangun KIHT, Bea Cukai Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim dari Sektor Cukai

Melalui KIHT pemerintah hadir untuk memfasilitasi masyarakat dengan berbagai sarana dan prasarana untuk proses produksi.

Editor: Content Writer
dok. Bea Cukai
Upaya ini diwujudkan oleh Kanwil Bea Cukai Jatim I melalui pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), mengingat Jawa Timur merupakan daerah penghasil cukai dari hasil tembakau terbesar di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM – Pertegas perannya sebagai Industrial Assistance, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I terus berkomitmen memberikan pelayanan dan berbagai fasilitas kepada para pelaku usaha, salah satunya di bidang cukai di wilayah Jatim.

Upaya ini diwujudkan oleh Kanwil Bea Cukai Jatim I melalui pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), mengingat Jawa Timur merupakan daerah penghasil cukai dari hasil tembakau terbesar di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I, Padmoyo Tri Wikanto mengatakan bahwa melalui KIHT pemerintah hadir untuk memfasilitasi masyarakat dengan berbagai sarana dan prasarana untuk proses produksi.

Selain itu melalui KIHT pemerintah terus berupaya untuk mengurangi peredaran rokok ilegal. “Apabila masyarakat tidak punya ruang untuk pabrik, maka kita berupaya untuk menyediakan sarana dan tempatnya,” imbuhnya.

Selasa (15/03/2022), Padmoyo Tri Wikanto beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Rumah Dinas Bupati Sumenep, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi antara Bea Cukai dan Pemda setempat dalam upaya pembangunan KIHT di Kecamatan Guluk Guluk, Sumenep.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan TNI dan Polri, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep.

Dengan dibangunnya KIHT ini, diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian dan UMKM disekitarnya. “Semoga ini menjadi kawasan industri yang terintegrasi, bukan hanya dalam pengolahan hasil tembakau, namun juga berdampak pada potensi sumber daya disekitarnya,” ujar Dewi Khalifah Nyai Eva, Wakil Bupati Sumenep.

Sebelumnya pada Selasa (08/03/2022), dalam rangka pendalaman pembangunan KIHT, Padmoyo menerima kunjungan kerja dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan.

“Dalam kunjungan ini, Pemprov Jawa Timur melalui kami akan serius mendalami upaya pembangunan KIHT, mengingat wilayah kami adalah penghasil cukai dari hasil tembakau terbesar di Indonesia,” ujar Drajat.

Kanwil Bea Cukai Jatim I menyambut baik program Pemprov Jatim dalam pembangunan KIHT di wilayahnya.

“Kami akan mempelajari konsep KIHT yang direncanakan dan diharapkan Pemprov Jatim. Semoga timbul komunikasi yang baik dalam pembangunannya, sehingga dapat terealisasi dan membantu pengusaha kecil dalam berusaha secara legal dan mengurangi peredaran rokok ilegal,” tutup Padmoyo. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved