BCA Undang Pelukis Disorientasi Mental Unjuk Gigi dalam Pasar Seni ITB 2014
Bandung, – PT Bank Central Asia (BCA) bersama Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) menggelar Pasar Seni Rupa ITB 2014. Acara 4 tahunan ini menghadirkan karya-karya seni hasil kreasi mahasiswa ITB seperti seni rupa atau seni lukis. Tidak hanya itu, acara yang digelar di Kampus Institut Teknologi Bandung, Minggu (23/11) ini juga menampilkan band-band penghibur dan bazaar yang tentunya menarik para pengunjung untuk hadir di acara ini.
Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam Pasar Seni ITB. Ia mengatakan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk dukungan BCA dalam mendorong kreativitas generasi muda, khususnya mahasiswa-mahasiswa ITB. “Kami tentu sangat senang bisa menjadi bagian dari Pasar Seni ITB. Kami berharap, acara-acara serupa bisa digelar oleh anak muda di seluruh Indonesia sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat lebih mencintai karya seni,” jelas lanjutnya.
Pasar Seni ITB merupakan agenda rutin Fakultas Seni Rupa dan Design Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB). Pada pergelaran tahun ini, Pasar Seni ITB mengangkat tema “Antara Aku”. Tema ini berkisah tentang figur “Aku” sebagai individu dan “Antara” yang menjadi penghubung individu dengan individu lainnya. Dekan FSRD ITB, Imam Santosa mengatakan, Pasar Seni Rupa ITB yang digelar rutin setiap 4 tahun sekali sebagai wadah ekspresi mahasiswa ITB, khususnya mahasiswa FSRD ITB. Sebelumnya, acara yang rutin digelar sejak 1972 itu berlangsung pada 10 November 2010 (10-10-10). “Pasar Seni ini terinspirasi dari Art Fair di New York yang diikutsertai oleh AD Pirous dan But Muchtar. Mereka kemudian membawa semangat yang sama ke Bandung dengan tujuan utama memasyarakatkan seni rupa dengan cara mempertemukan insan kreatif baik itu berlatar belakang akademis maupun tidak dengan masyarakat dalam format galeri jalanan. Pasar Seni yang dilaksanakan di ruang publik memungkinkan berbagai karya seni di akses seluruh lapisan masyarakat dengan lebih dekat,” ujar Imam.
Salah satu bentuk partisipasi BCA dalam Pasar Seni ITB adalah dengan mengundang pelukisdisorientasi mental Dwi Putroatau yang akrabdisapa Pakwi. Lelakiberusia 51tahunitumengidapskizofreniaataugangguanjiwa.Berkatbantuan, kesabarandanarahankeduasaudarakandungnyaNawa Tunggal dan Hasta, Pakwi berhasil bangkitdan menyalurkankekurangannyamenjadikarya yang luarbiasa. Pak Wi yang sebelumnya kerap kali mengamuk, memukuliadiknya, masukkekuburan, memungutipuntungrokok di jalan, danmencorat-corettemboktetangga kini menghasilkan beragam karya yang mengundang decak kagum banyak orang.
Menurut Head of CSR BCA Sapto Rachmadi, pelukis disorientasi mental yang diundang BCA merupakan salah satu bukti bahwa karya seni adalah milik semua orang, karena karya seni merupakan bentuk refleksi kreativitas individual. “Tidak terlepas dari siapa orangnya, semua orang bisa menumpahkan idenya dalam bentuk karya seni. Hal ini tentunya patut mendapat apresiasi dari semua pihak, terkhusus bagi masyarakat pecinta seni,” jelasnya.
Imam Santosa menyampaikan terimakasih kepada BCA yang telah berpartisipasi dalam pergelaran Pasar Seni Rupa ITB. “Atas nama panitia, saya mengucapkan terimakasih kepada BCA yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Saya bersyukur karena berbagai pihak korporasi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan seni di tanah air, salah satunya dengan mendukung Pasar Seni ITB ini. Kehadiran pelukis disorientasi mental yang difasilitasi oleh BCA juga membuat kita sadar bahwa siapapun bisa mengekspresikan karyanya,” ujar Imam.
Dwi Putro Unjuk Gigi dalam Pasar Seni ITB – Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati (kiri) memperhatikan seniman pengidap Schizophrenia Dwi Putro (kanan) yang tengah melukis dalam Pasar Seni ITB di Kampus Institut Teknologi Bandung, Minggu (23/11). Kehadiran pelukis disorientasi mental yang diundang BCA merupakan salah satu bukti bahwa karya seni adalah milik semua orang, karena karya seni merupakan bentuk refleksi kreativitas individual. Pasar Seni ITB sendiri merupakan ajang kreativitas seni mahasiswa terbesar di Indonesia yang diinisiasi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB yang didukung penuh oleh BCA.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(BERITA BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi oleh OJK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca-undang-pelukis-disorientasi_20141204_075456.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161117_104140.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161117_103759.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_144352.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_144127.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_143347.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/azam-azwan-natawijana_20170124_080035.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kuliner-bca2_20170105_172310.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kuliner-bca_20170105_171957.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lima-hal-penting-yang-wajib-kamu-punya-saat-tinggal-di-jakarta_20161230_091750.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jafrial-jasman-sukses-setelah-gagal-menjadi-dokter_20161229_093031.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161025_085207.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161020_180001.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161024_085323.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161020_100047.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161026_085747.jpg)