Soekeno, Pria Di Balik Sukses Muncul Group
YOGYA, TRIBUN – Muncul Group menyatakan komitmennya siap memasuki era pasar global dan perdagangan bebas mulai tahun ini. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan jaringan, menjadi kunci utama bagi perusahaan manufaktur, ekspor-impor dan rental mesin fotokopi itu menghadapi kondisi persaingan yang kian kompetitif.
CEO Muncul Group, Soekeno, mengatakan dua hal tersebut merupakan kunci utama bagi perusahaan di sektor bisnis apa pun untuk bisa bertahan menghadapi pasar global. Di satu sisi, kemampuan SDM harus terus di-update, agar mereka menjadi semakin produktif dan punya daya saing. Mereka harus memiliki basis mental dan spiritual yang kuat.
Hal itu bisa diwujudkan dengan memperbanyak seminar dan workshop. Sehingga, karyawan bisa mengenali tujuan hidup dan membuat kerja mereka lebih produktif. Ini menurut Soekeno yang menjadi core value sebuah perusahaan untuk bisa menjalankan bisnisnya. Di sisi lain, perusahaan juga harus memperluas network untuk menguatkan akar pangsa pasar bisnisnya.
“Bisnis butuh dua hal itu untuk memenangkan kompetisi global. Konsep revolusi mental ala Jokowi itu ada benarnya. Biasanya, orang itu gagal karena mental dan spiritualnya sangat kurang. Di Muncul sendiri kami sudah mengadakan revolusi mental sejak dua tahun lalu,” kata Soekeno pada Tribun Jogja, Kamis (29/1).
Terkait perkembangan bisnis Muncul Group, Soekeno mengatakan pertumbuhan omzet saat ini berkisar antara 5-6 persen per tahun. Angka ini masih terbilang bagus, jika melihat semakin banyaknya pemain di sektor yang sama. Bisnis mesin fotokopi berikut sektor pendukungnya sudah kian jadi komoditas potensial yang terus diperebutkan. Di sisi lain, pricing policy juga kian ketat antar pebisnis.
Namun, pihaknya tetap optimistis bisnis perusahaan masih akan berjalan positif di tahun-tahun berikutnya. Ada pun saat ini, Muncul Group memiliki beberapa anak perusahaan dengan ratusan cabang dan dealer di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya masih bergerak di sektor yang berhubungan dengan bisnis fotokopi, baik untuk penjualan atau persewaan mesin, remanufaktur, atau pembuatan tinta. Di antaranya adalah PT Usaha Digdaya Muncul, PT Muncul Sukses Abadi, PT Buana Citra Abadi, dan PT Digitone Coproration.
Selain itu, beberapa anak perusahaannya juga bergerak di sektor bisnis lain, seperti PT Muncul Digdaya Express yang bergerak di bidang transportasi angkutan kepabeanan, PT Muncul Properti Makmur yang bergerak di bidang properti dan operasional hotel, serta PT Muncul Boga Makmur yang menjadi pemegang merk franschise sejumlah brand makanan dan minuman internasional di Indonesia.
“Ke depan kami akan semakin perbanyak jaringan dan kantor cabang untuk menguatkan bisnis perusahaan,” imbuhnya.
Pihak Perbankan Jadi Konsultan Bisnis
Soekeno mengakui, perjalanan bisnis yang dirintisnya sejak 1984 ini tak bisa dilepaskan dari andil tangan pihak perbankan. Dalam hal ini, pihaknya telah menjadi nasabah setia Bank BCA sejak 1992 saat dirinya mengajukan pinjaman modal Rp 18 juta untuk membeli sejumlah unit mesin fotokopi. Itu adalah masa saat kerajaan bisnis Muncul Group (saat itu masih bernama UD Muncul) mulai dikembangkan secara profesional.
Kerjasama yang saling menguntungkan terus dijalinnya hingga saat ini. Soekeno menilai, keberadaan BCA tidak hanya sebagai mitra bisnis melainkan juga guru dan konsultan. Melalui tim riset, analis dan konsultannya, bank tersebut mampu memberikan rekomendasi strategi tertentu yang dirasa sangat menguntungkan bagi bisnis perusahaannya.
Pengalaman berkesan adalah saat dirinya mengajukan kredit kembali untuk menebus unit mesin dari luar negeri, beberapa tahun silam. Soekeno merasa yakin, ada chance besar dirinya akan diuntungkan jika mengambil barang tersebut. Namun, rencana itu kandas setelah pihak BCA tak memberikan kredit yang diajukannya.
Soekeno mencoba berpikir positif dan menduga ada sesuatu yang akan terjadi. Benar saja, tak lama kemudian Amerika Serikat mengalami krisis dan nilai tukar Dolar naik drastis. Harga barang yang semula akan ditebus mengalami penurunan harga yang tak wajar. Andai waktu itu Soekeno jadi mengambil mesin tersebut, tentu dia tidak akan mendapat untung.
“Ini realita, true story yang pernah saya alami. Ini artinya, tim dari BCA bisa memprediksi keadaan itu sejak sebelum terjadi, sehingga tidak mengijinkan saya mengambil kredit saat itu. Di sini saya merasa diuntungkan karena jangkauan saya terbatas untuk melihat dunia,” kata dia.
Kini, pria kelahiran 1960 ini juga telah melibatkan generasi penerus untuk membantu pengembangan bisnis sektor fotokopi dan pendukungnya di ibukota, yaitu putri pertamanya, Hana. Sedangkan Hestia, putri keduanya, akan lebih fokus membantu bisnis operasional hotel usai menamatkan pendidikannya di Swiss.
Di sela-sela kesibukannya sebagai pengusaha, Soekeno masih aktif dalam organisasi pembinaan olahraga dan tetap meluangkan waktu melakoni hobinya, yaitu touring dengan motor gede alias moge. “Kalau masih bisa mengendarai moge, saya merasa masih muda,” ujarnya sambil tertawa lepas. (ing)
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(BERITA BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi oleh OJK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/soekeno_20150225_083301.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161117_104140.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161117_103759.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_144352.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_144127.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_143347.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/azam-azwan-natawijana_20170124_080035.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kuliner-bca2_20170105_172310.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kuliner-bca_20170105_171957.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lima-hal-penting-yang-wajib-kamu-punya-saat-tinggal-di-jakarta_20161230_091750.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jafrial-jasman-sukses-setelah-gagal-menjadi-dokter_20161229_093031.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161025_085207.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161020_180001.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161024_085323.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161020_100047.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161026_085747.jpg)