BCA Ajak Siswa Binaan Nonton “Opera Ular Putih”

Senin, 13 April 2015 01:49 WIB
TRIBUNNEWS.COM/EKO SUTRIYANTO

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) terus mengundang siswa-siswi SMA sekolah binaan Bakti BCA untuk bersama-sama menyaksikan pertunjukan seni teater.

Tiga SMA Sekolah binaan Bakti BCA adalah SMAN 1 Karangmojo Yogyakarta, SMAN 1 Gadingrejo Lampung, dan SMAN 3 Serang beserta para guru pendamping.

Mereka hadir untuk menyaksikan pertunjukan karya Teater Koma yang ke 139 berjudul Opera Ular Putih. Karya ini digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, mulai 3 hingga 19 April 2015.

Sekretaris Perusahaan BCA, Inge Setiawati mengatakan, apa yang dilakukannya sebagai komitmen dukungan baik kepada pengembangan dunia pendidikan maupun peningkatan mutu sumber daya manusia.

"Dan untuk memperlengkapi siswa dengan pengetahuan mengenai seni pertunjukan teater, kami mengajak siswa-siswi untuk menonton Opera Ular Putih," katanya di Jakarta, Minggu (12/4/2015).

Pertunjukan "Opera Ular Putih" ini diangkat dari legenda tua asli Tiongkok yang juga pernah ditampilkan pada 1994. Pementasan ini mengangkat kisah Siluman Ular Putih yang ingin menjadi seorang manusia dengan bertapa selama seribu tahun.

Berkat usaha dan kebaikannya, para dewa mengabulkan permintaannya dan dia berubah menjadi wanita cantik bernama Pehtinio. Ia dan adiknya, yaitu Siluman Ular Hijau yang juga menjelma menjadi seorang manusia bernama Siocing menjalani kehidupan sebagai manusia biasa.

Pehtinio bertemu pemuda bernama Kohanbun, reinkarnasi orang yang dulu pernah menolong Ular Putih ratusan tahun yang lalu. Pehtinio akhirnya menjadi istri dari Kohanbun.

Namun, kedamaian mereka terusik ketika Kohanbun bertemu dengan Gowi, seorang peramal yang memberi tahu bahwa istrinya merupakan seekor siluman ular jahat.

Kisah ini mendorong para penontonnya untuk berpikir lebih dari sekedar hitam dan putih, kebajikan lawan kejahatan. Selain itu, para pemeran rata-rata menyuguhkan karakter yang kompleks dengan perjalanan batinnya masing-masing.

Sebelum menonton pertujunjukan, para siswa-siswi akan mendapatkan pemaparan mengenai profil Teater Koma yang akan disampaikan secara langsung oleh Ratna Riantiarno, Aktris, Manajer Seni Pentas, Aktivis Teater, sekaligus salah satu pendiri Teater Koma.

“Melalui pemaparan mengenai profil Teater Koma dan pengenalan akan seni peran, para siswa-siswi diharapkan akan lebih mengerti mengenai seni pertunjukan teater secara umum," kata Inge.

Selain mengajak siswa-siswi SMA binaan Bakti BCA menonton teater, selama ini BCA juga telah secara aktif ikut mendukung langsung Teater Koma yang dianggap melestarikan seni teater di Indonesia.

BCA memberikan dukungan lakon teater koma diantaranya pada Lakon Republik Cangik, Demonstran, Sie Jin Kwie, Sampek Engtay dan Ibu.

”Melalui dukungan kepada Teater Koma, BCA membuktikan komitmennya untuk berperan aktif dalam melestarikan dan mendukung pengembangan budaya nasional," kata Inge.

© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas