Sukses Albert Santoso Teruskan Bisnis Plywood
Menjadi anak sulung, Albert Santoso didaulat sebagai pengganti sang ayah yang merupakan pendiri dua perusahaan besar, CV Makmur Lestari dan PT Alam Citra Lestari. Sejak kecil, ayahnya juga telah menyiapkan Albert sebagai penggantinya kelak dengan menyekolahkannya jauh ke Singapura mengambil studi Bisnis.
Hal itu lantas terbukti kini saat Albert mulai diberi kepercayaan mengurusi sebagian anak perusahaannya. Lalu, bagaimana kisah perjalanan hidup Albert hingga dipilih sebagai ikon pengganti sang ayah?
Di usia yang relatif muda, 21 tahun, Albert sudah mulai memegang tanggung jawab yang cukup besar di satu dari dua perusahaan milik keluarga, PT Alam Citra Lestari. Ditemui di kantornya di kompleks industri Candi Blok XI A no. 7, Jalan Gatot Subroto, Semarang, Albert dengan ramah menyambut. Wajahnya murah senyum dengan suara lantang dalam berkomunikasi; sangat menggambarkan sosoknya sebagai seorang entrepreneur.
Kisah perjalanan bisnis keluarga ini berawal di Jakarta tahun 1985. Sang ayah, Lukas Santoso pertama kalinya mendirikan perusahaan Paint & Protection Coating dengan payung hukum CV Makmur Lestari. Ilmu tentang bahan kimia didapat Lukas ketika masih bekerja sebagai karyawan di perusahaan sejenis di Jakarta.
Namun, karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih maju dan baik, akhirnya Lukas memutuskan resign dan mendirikan perusahaan sendiri.
Hanya berselang 4 tahun, tepatnya di 1989 Lukas memutuskan pindah ke Semarang untuk merger dengan perusahaan lain. Berjalan dua tahun, kerja sama itu akhirnya selesai dan CV Makmur Lestari memutuskan berjalan sendiri. Alasan Lukas pindah ke Semarang adalah karena dirinya merasa market di Jawa Tengah sangat baik. Di samping itu, lahan untuk lokasi usahanya di Jakarta juga terbatas.
Usaha Lukas kemudian berkembang pesat. Akhirnya, ayah dua anak itu pun memutuskan mendirikan perusahaan lain, PT Alam Citra Lestari yang merupakan perusahaan di bidang industri plywood.
“Ada kerabat yang punya background di kayu. Setelah panjang lebar ngobrol, prospeknya cukup bagus, karena kayu erat kaitannya dengan pembangunan. Sementara ke depan pembangunan akan terus berlangsung. Jadi, diputuskanlah mendirikan perusahaan baru,” ujar Lukas.
Estafet Bisnis CV Alam Citra Lestari
Pada saat itu Albert baru saja menyelesaikan studi tingkat akhir di Universitas Newcastle, Singapura. Namun, tidak sampai satu tahun, kerja sama dengan kerabat itu tidak diteruskan. Di akhir tahun 2011, Lukas kemudian memutuskan menjalankan sendiri usaha di bidang plywood tersebut.
Alasannya, kerabat yang mempunyai background di bidang kayu dan diharapkan dapat bahu membahu mengembangkan bisnis ternyata tidak mempunyai skill dan dedikasi yang cukup mengelola perusahaan.
Setelah merampungkan studinya, Albert pun dipanggil sang ayah kembali ke Indonesia untuk membenahi perusahaan baru yang kala itu agak “amburadul”. Awal tahun 2012 merupakan langkah pertama Albert terjun di dunia bisnis.
Selama beberapa hari menganalisa, anak pertama dari dua bersaudara itu sadar pekerjaan berat telah menantinya. Dia dituntut membenahi perusahaan yang minus dengan produksi dan sistem keuangan yang kacau.
Langkah pertama yang dilakukannya adalah melihat kondisi, mempelajari manajemen, aturan main, serta sistem kerja. Kendala terbesar yang dihadapinya saat itu adalah karyawan yang belum tentu mau menerima kedatangannya yang notabene “anak kemarin sore tapi sudah berani mengatur-atur”.
Apalagi saat itu banyak di antara karyawan yang sudah cukup lama bekerja di perusahaan milik ayahnya tersebut. “Dari situ pasti ada pertentangan. Cara mengatasinya, jangan ingin menang sendiri dan mengambil sisi-sisi yang benar, meskipun itu merupakan masukan dari karyawan,” kata Albert.
Pria lulusan SMA Karangturi Semarang itu kini sudah menggeluti bisnisnya selama 4 tahun. Menurutnya, terdapat perbedaan sikap dan cara kerja antara dirinya dan sang ayah. Hal itu tidak terlepas dari perbedaaan generasi. “Orang tua biasanya maunya pelan-pelan, cenderung sabar dalam berbisnis. Tapi, kalau anak muda pengennya cepat dan berbudaya serba instan,” katanya.
Kini CV Makmur Lestari telah memiliki 100 pekerja, sementara PT Alam Citra Lestari 300 pekerja. Meskipun telah menjadi Managing Director di perusahaan plywood, Albert tetap membantu sang ayah mengurusi keuangan di CV Makmur Lestari. Begitu pula dengan sang ayah yang telah kaya pengalaman dalam menjalankan bisnis. Wejangan-wejangan tentang kiat bisnis terus dibisikkan kepada Albert.
PT Alam Citra Lestari kini telah mempunyai 3 grade produk unggulan, yakni tipe A, B dan C. Produknya telah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia dan Korea. Targetnya ke depan ingin memperluas pasar plywood ke negara lain. Sedangkan di pasar dalam negeri, market terbesar adalah Jawa Barat dengan angka 40%.
Meski demikian, diakui Albert, memenuhi permintaan pasar luar negeri cukup berat. Sebab mereka harus memasok standar kualitas yang tinggi dengan sangat memperhatikan spesifikasi material bahan.
Sementara mengenai bahan bakunya sendiri, plywood produksi perusahaannya memilih menggunakan bahan baku kayu lunak, di antaranya kayu sengon. Pilihan itu dilakukan lantaran bahan baku tersebut mudah dan terjamin ketersediaannya. Kayu sengon dalam rentang waktu 3 tahun juga sudah dapat dipanen, sementara jenis kayu keras membutuhkan waktu panen yang relatif panjang yakni sekitar 50 tahun.
Bahan baku tersebut biasanya didatangkan dari berbagai lokasi lahan subur di dataran tinggi di sekitar Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Menurut Albert, dalam mengumpulkan bahan baku bekerjasama dengan pengepul lebih aman, karena jika menjalin kerja sama langsung dengan petani sulit tercapai komitmen kerja yang konsisten.
Dalam mengambil bahan baku, Albert juga sangat berhati-hati. Dia hanya mengambil kayu yang mempunyai kelengkapan surat-surat. Karena, menurutnya, jika mengambil kayu sembarangan itu tidak sesuai dengan tingkat risiko dan prospek ke depan, sehingga dari awal segala macam perizinan telah dilengkapi CV Alam Citra Lestari untuk mendapatkan Sertifikasi Legalitas Kayu (SVLK).
Albert optimis, hingga 10 tahun ke depan bisnis plywood masih sangat prospektif. Hal itu lantaran plywood berhubungan erat dengan pembangunan. Meski kini sudah mulai banyak bermunculan berbagai pilihan lain, tapi plywood tetap menjadi pilihan utama. Sebab, selain mudah dipakai, plywood juga ekonomis dan memiliki kualitas yang baik.
Selain itu, prospek cerah juga terlihat dari ketersediaan bahan baku yang melimpah, dan juga pemasaran yang mudah. Indonesia memiliki sumber daya kayu yang luar biasa besar. Apalagi jenis kayu lunak yang waktu panennya relatif cepat, antara 3-5 tahun. Albert merasa, bahan organik seperti plywood ke depan prospeknya tetap menjadi pilihan di mata konsumen. Karena plywood juga mempunyai keunggulan lain, yaitu di saat cuaca panas, bangunan dengan bahan pelapis plywood menjadi tidak terlalu panas, dan saat cuaca dingin dapat menghangatkan.
Menurut Albert, pengalaman berkesan selama meneruskan kantong estafet bisnis yang dirintis ayahnya adalah saat pertama kali terjun ke bisnis itu sendiri. Di usianya yang masih muda, membuatnya idealis dan menganggap semuanya gampang. Namun, begitu duduk di bangku kerja permasalahan, yang dihadapinya ternyata sangat kompleks dan tidak seperti yang ada di benaknya.
“Manajemen orang paling susah karena berbagai faktor. Setiap karyawanan mempunyai keinginan dan pendapat. Saya harus kembali belajar, melihat langsung di lapangan. Dan karyawan saya sendiri terkadang yang memberi pelajaran kepada saya, karena mereka yang sejak awal lebih tahu kondisi di lapangan,” katanya.
Tak butuh waktu lama, kini perusahaan yang selama 4 tahun dipegangnya berkembang pesat. Omset tumbuh 4 kali lipat. Begitu pula dengan kapastias produksi karyawan yang awalnya hanya 60, sekarang telah menjadi 300 karyawan. Sistem kerja juga diubah dari yang awalnya 1 shift menjadi 24 jam dengan 3 shift.
Kearifan dalam bekerja dan etos kerja yang berakar kuat dalam keluarga dapat tercermin dari mayoritas para pekerjanya yang sangat setia. Mereka rata-rata telah bekerja minimal sekitar 11 tahun. Bahkan, terdapat karyawan yang sudah bekerja sejak Albert belum lahir.
Menurut Albert, capaian yang diperolehnya kini tidak terlepas dari bantuan BCA. Sebagaimana ayahnya yang sejak lama menjadi nasabah BCA Gang Tengah, Albert telah menjadi nasabah BCA sejak kecil. Mulai dari tabungan Tahapan BCA hingga payroll untuk perusahaannya telah memakai jasa BCA. Baginya, lembaga keuangan ini sangat sabar terhadap nasabahnya.
“Customer service-nya bagus. Kedekatannya terhadap nasabah dan cara berkomunikasinya sangat optimal. Dua jempol untuk BCA. Kalau bisa empat jempol deh,” kata Albert disambut gelak tawa.
Kini seiring berjalannya waktu, Albert semakin memahami seluk beluk berbisnis. Baginya, kiat sukses yakni mau belajar dan sabar. “Jika berbisnis harus dari hati, berani basah, dan penuh totalitas,” ungkapnya.
BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/albert-dan-lukas-santoso-dua-generasi-pebisnis-plywood_20150507_084725.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161117_104140.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161117_103759.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_144352.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_144127.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161108_143347.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/azam-azwan-natawijana_20170124_080035.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kuliner-bca2_20170105_172310.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kuliner-bca_20170105_171957.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lima-hal-penting-yang-wajib-kamu-punya-saat-tinggal-di-jakarta_20161230_091750.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jafrial-jasman-sukses-setelah-gagal-menjadi-dokter_20161229_093031.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161025_085207.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161020_180001.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161024_085323.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161020_100047.jpg)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bca_20161026_085747.jpg)