Lie Kuang, Bangun Bisnis Berdasarkan Passion

Jumat, 15 Juli 2016 08:51 WIB
Lie Kuang, Bangun Bisnis Berdasarkan Passion

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Membangun usaha berdasarkan passion atau hal yang digemari merupakan kunci sukses Oei Lie Kuang di bisnis tata rias rambut. Usaha salon berbendera Liekuang&Co yang semula hanya berukuran 5x10 meter kini berkembang pesat hingga memiliki tiga outlet.

Lie Kuang demikian sapaan akrabnya mengatakan, usaha tata rias rambut yang dijalaninya berawal karena pada masa kecil sering mengantarkan sang ibu pergi ke salon. Ia terpukau melihat para kepster yang piawai mengubah penampilan orang menjadi lebih menarik.

Hal itu tertanam dalam jiwanya. Sampai-sampai ia memiliki cita-cita ketika dewasa nanti ingin menjadi penata rambut handal dan memiliki usaha salon.

Lie Kuang kecil mulai belajar tata rambut bersama  Chirstian dan Sammy Samuel, kepster sekaligus para pemilik salon kenamaan di Semarang. Saat itu usianya baru menginjak bangku kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Awal naik kelas tiga SMP mulai belajar tata rambut. Saat itu yang menjadi ‘korban’ pertama adalah teman sekolah saya. Walau nggak dibayar tapi saya senang ada yang bersedia menjadi kelinci percobaan," ujar anak ketiga dari empat bersaudara itu seraya tertawa mengenang masa lalu.

Kurang lebih dua tahun, Lie Kuang menimba ilmu dari para senior. Sampai pada akhirnya ia mengambil lompatan besar di dalam sejarah hidupnya. 

Lie Kuang memutuskan untuk keluar dari bangku kelas 2 SMA Kebon Dalam Semarang dan memilih mengambil studi di Rever, sebuah akademi kecantikan frenchice asal Hongkong yang kala itu membuka cabang di Surabaya.

Keputusan itu diambilnya agar lebih fokus mendalami ilmu yang menjadi passion-nya. Kurang lebih sekitar enam bulan Lie Kuang ditempa ilmu kecantikan, mulai dari menata rambut hingga manajemen bisnis salon.

"Saya keluar bangku kelas dua SMA karena udah nggak fokus antara sekolah umum dengan belajar tata rambut. Sampai pada akhirnya Mami memberikan tawaran agar masuk ke Rever di Surabaya," imbuhnya.

Di Rever, Lie Kuang yang saat itu merupakan lulusan pertama mendapatkan beasiswa ke Hongkong untuk memperdalam ilmunya selama tiga bulan. Sepulangnya ke Indonesia, ia bekerja di salon Sammy Samuel dan Ave Salon.

Tahun 2005, Lie Kuang memutuskan mendirikan salon sendiri berbendera LieKuang&Co di daerah Kampung Kali Semarang. Modal awal yang dikeluarkannya sebesar Rp50 juta untuk menyewa ruko ukuran 5x10 sekaligus peralatan salon.

Seiring kepuasan pengunjung akan pelayanan yang diberikan, bisnis tata rias rambut miliknya semakin berkembang hingga akhirnya pada tahun 2008 pindah ke Jalan Saidan 5 Semarang, yang sekaligus kediamannya.

Salon yang awalnya hanya berisi lima kursi kini berkembang menjadi dua puluh kursi. Tak hanya itu, LieKuang&Co juga membuka dua outlet baru yakni di Grand Edge Semarang berjumlah dua belas kursi dan di Solo yang berisikan delapan kursi.

Lie Kuang mengatakan, sejak awal membuka usaha pihaknya membidik segmen menengah atas. Di saat salon rata-rata mematok tarif Rp8 ribu sekali potong, ia sudah memberikan harga Rp25 ribu. Bahkan kini, jika konsumen ingin memakai jasanya, biaya yang dikeluarkan untuk sekali potong sekitar Rp450 ribu.

Bisnis yang dijalaninya pun tidak melulu lancar. Pada tahun 2009 ia terkena dampak dari krisis ekonomi. Saat itu jumlah konsumennya menurun 50 persen. 

"Masyarakat lebih memprioritaskan pengeluaran, yang awalnya sering gonta-ganti warna rambut, jadi lebih menunda nanti-nanti dulu. Kondisi itu berlangsung sampai 2010," imbuhnya.

Bakat menjadi wirausaha nampaknya telah mengalir di darah Lie Kuang. Orang tuanya merupakan pengusaha bordir, sementara saudaranya ada yang menjalani bisnis restoran maupun celana jins.

Selain sibuk membangun usaha, Lie Kuang juga kerap mengikuti berbagai perlombaan. Banyak penghargaan yang diperolehnya, mulai dari Juara 1 ajang National Hair Competition tahun 1995 dan The Best of Country Asian Competition di Beijing China pada 1995.

Berkat berbagai prestasi yang diraih, tahun 2013 sebuah merek kenamaan yakni L"Oreal menjadikannya sebagai brand ambassador. Lie Kuang menjadi satu dari empat orang pilihan dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut.

"Di Indonesia cuma ada empat yang menjadi brand ambassador L'Oreal, satu saya dari Semarang, lainnya Medan, Surabaya dan Jakarta," imbuhnya.

Selain memasarkan produk L'Oreal, sebagai brand ambsassador Lie Kuang juga mendapat tugas mengedukasi serta membangun dunia kapster di Indonesia dan Asia.

Outlet Lie Kuang&Co Creative Salon di Jalan Saidan 5 Semarang mengusung sentuhan minimalis tropis sebagai upaya untuk memberikan atmosfer yang sangat lega dan nyaman bagi setiap pengunjung.

Salon ini menawarkan berbagai macam service seperti cutting, coloring, perming, straightening, make-up, chignon, manicure, pedicure, nail art, waxing, facial dan body treatment. 

Untuk setiap kategori service tersebut, Lie Kuang&Co Creative Salon mempunyai tim yang telah mengikuti training secara khusus dan telah menerima sertifikasi setara internasional. Saat ini jumlah karyawannya mencapai 60 orang. 


Menurut Lie Kuang, kendala yang dihadapinya dulu saat membangun usaha salon adalah sulit mencari Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk menyiasati hal itu, pihaknya menjalin kerjasama dengan berbagai SMK di Jawa Tengah, dengan membuka kesempatan bagi  siswanya yang hendak magang.

Harapannya setelah lulus, para siswa magang tersebut tertarik untuk bekerja di tempatnya. Namun sementara ini, karena keterbatasan waktu yang mengharuskannya mengisi seminar edukasi di berbagai daerah, pihaknya untuk sementara tidak menerima siswa magang lagi.

Dalam memperlakukan karyawan, Lie Kuang selalu mengibaratkannya sebagai keluarga. Tidak hanya gaji bulanan, ia juga tidak segan memberikan fasilitas bagi para karyawan.

Menurutnya, para karyawan merupakan ujung tombak usahanya. Sehingga harus ada perlakukan khsusus, seperti memberikan pengembangan skill dengan pelatihan maupun mengikuti seminar.

Namun, ia memiliki aturan yang tidak boleh dilanggar, yakni setiap karyawan tidak boleh membuka praktek di luar. Apabila ada karyawan yang terbukti melanggar maka ia tak segan untuk mengeluarkannya. Hal itu dilakukannya untuk menjaga profesionalisme. 

"Kalau (karyawan-red) mau keluar dan buka usaha sendiri nggak masalah, saya justru mendukung," imbuhnya.

Lie Kuang mengatakan, targetnya dalam waktu dekat ini adalah berencana membuka cabang baru di sebuah mal di daerah Yogyakarta. Dia melihat pasar disana berkembang pesat, bahkan lebih cepat dibandingkan Semarang.

Selain itu, sama seperti dibukanya outlet di Solo, rencana membangun usaha di Yogya juga didasarkan dari banyaknya pelanggan dari luar kota yang minta untuk membuka cabang di daerahnya.

Ia menilai, membuka cabang di mal lebih mudah dalam hal pemasaran kepada konsumen. Berbeda dibanding outlet di lokasi umum yang harus aktif melakukan promosi, jika ingin ada konsumen datang.

Menurutnya, usaha salon masih cukup potensial. Sebab sekarang ini seiring berubahnya gaya hidup banyak hal yang menjadi keluhan konsumen, seperti rambut rontok, ketombe dan berminyak.

Lie Kuang mengungkapkan, kesuksesan usahanya ini juga tak terlepas dari bantuan BCA. Sejak 2007 ia menjadi nasabah BCA Prioritas dan memanfaatkan fasilitas seperti kredit modal kerja hingga mesin EDC untuk sistem pembayaran di outlet-nya.

"Saya pribadi nggak suka ribet, lewat bekerjasama dengan BCA sangat kooperatif dengan nasabahnya. Sehingga usaha yang saya rintis ini juga sukses berkat bantuan BCA," imbuhnya.

BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK

Editor: Advertorial
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>