Melihat Peluang Bisnis Menjadi Personal Shopper

Kamis, 21 Juli 2016 08:45 WIB
Melihat Peluang Bisnis Menjadi Personal Shopper

Menjadi penggila aktivitas berbelanja tak selamanya negatif. Dari kegilaan ini bahkan bisa mendatangkan uang. Di tengah booming e-commerce seperti inilah, profesi sebagai pebelanja pribadi alias personal shopper semakin menjanjikan.

Annisa Kharis, seorang personal shopper khusus pakaian dan pernak-pernik anak, mengatakan kegemarannya memajang foto anak-anaknya dengan baju dan pernik lucu-lucu di Instagram melalui tagar outfit of the day alias #OOTD, justru menjadi pembuka jalan rejeki baru. “Banyak follower yang menanyakan di mana saya beli barang ini itu seperti yang terlihat di foto unggahan,” kata dia seperti ditulis Kontan.

Dengan niatan berbagi informasi, Annisa dengan mudah mengungkapkan tempat dia membeli baju anak-anaknya. Namun, rupanya sebagian dari para penanya itu tinggal jauh di pelosok daerah sehingga mereka tidak bisa membeli barang serupa.

Di sinilah, Annisa terpikir untuk membuka jasa titip pembelian barang. Awal 2014, Annisa mencoba-coba gaya berjualan baru itu. Setiap pekan, dua atau tiga kali Annisa pergi ke pusat perbelanjaan besar di Jabodetabek. Di sana dia mengunjungi outlet fesyen anak bermerek (branded).

Dia potret baju-baju yang menurutnya bagus dan lucu, lalu dia unggah foto itu ke Instagram berikut informasi harga dan ukuran baju. Tak disangka, animo pasar begitu besar. Banyak follower akun instagram Annisa yang meminta dia membelikan barang-barang tersebut. “Saya pasang tarif jasa titip beli Rp 25.000 per barang,” ujar Annisa.

Cara kerjanya, si pemesan harus mentransfer sejumlah uang sesuai dengan harga barang ditambah jasa titip dan ongkos kirim. Baru keesokan hari, Annisa datang lagi ke outlet tersebut untuk membelikan barang. Kini, setelah sekitar dua tahun menjalani profesi sebagai personal shopper khusus barang-barang anak, ia sudah mampu membukukan omzet puluhan sampai ratusan juta per bulan. Bahkan ada salah satu brand pakaian anak premium asal Malaysia yang akhirnya menggandeng dia sebagai penjual.

Annisa bukan pemain satu-satunya di bisnis ini. Ada lagi akun personal shopper barang anak yaitu @bugabeebaby yang memiliki follower sekitar 20.200 akun. Bugabeebaby juga mengambil tarif jasa titip Rp 25.000 per barang. Personal shopper biasa mewajibkan ada uang muka dari para pebelanja yang ingin dibelikan barang. Belanja barang pun dilakukan oleh si personal shopper setiap hari.

Menjalankan usaha sebagai personal shopper bisa dijalankan oleh siapa saja. Bahkan, usaha ini boleh dibilang nyaris tanpa modal. Pebelanja pribadi cukup datang ke outlet dan memotret barang yang kemungkinan banyak diminati orang, lalu saat ada pesanan dan uang pembelian sudah masuk, si pebelanja baru membelanjakan.

Modal utama, menurut Annisa, adalah menawarkan layanan yang tepercaya bagi pelanggan serta sigap mencarikan barang yang diinginkan konsumen. “Kalau layanan bagus, pelanggan akan loyal walau di luar banyak muncul jasa sejenis dengan tarif lebih murah,” ujar Annisa.

Source : Website BCA Prioritas

BCA Senantiasa di Sisi Anda
(Berita BCA)
BCA Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK

Editor: Advertorial
MOST READ
© 2014 PT Bank Central Asia Tbk dan Tribunnews.com
Atas
// START Nielsen Online SiteCensus V6.0 // COPYRIGHT 2010 Nielsen Online ?>