Tokyo Sepi, Garuda Incar Timur Tengah
PT Garuda Indonesia Tbk mengincar penerbangan ke Timur Tengah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- PT Garuda Indonesia Tbk mengurangi layanan penerbangannya ke Jepang akibat isu radiasi nuklir. Sebagai gantinya, maskapai tersebut mengincar penerbangan ke Timur Tengah.
Akibat bencana yang terjadi di Jepang, penumpang asal Tokyo berkurang signifikan yaitu sekitar 10 persen.
Garuda mengurangi penerbangan ke Tokyo hingga tujuh kali, yaitu dari 14 kali ke tujuh kali penerbangan per pekan.
"Karena penumpang menurun, maka frekuensi penerbangan kami turunkan," kata Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda, M Arif Wibowo saat penandatanganan kerjasama penjualan tiket dengan Bank Mandiri di Jakarta, Jumat (25/3).
Garuda menerbangi tiga kota di Jepang yaitu Tokyo yang sebelumnya 14 kali per pekan, Nagoya 12 kali dan Osaka enam kali. Saat ini load factor ke Jepang menjadi 66 persen.
Sebagai gantinya, Garuda mengincar penambahan penerbangan ke Timur Tengah. Menurutnya, segmen penerbangan wisata rohani (umrah) pada Maret ini mengalami pertumbuhan sehingga satu pesawat yang dipergunakan ke Jepang akan dialihkan ke Timur Tengah.
"Pesawat Airbus A330 yang tadinya digunakan ke Jepang akan dialihkan ke Timur Tengah, terutama ke Jeddah. Ada tiga pesawat yaitu dua Airbus A330 dan satu unit Boeing 747-400," ujarnya.
Meski demikian, tambahnya, Garuda akan mengevaluasi penerbangannya ke Jepang pada Mei mendatang. Pada Juni dan Juli, jelasnya, terjadi puncak liburan di Jepang.
"Biasanya saat liburan, masyarakat Jepang banyak yang bepergian ke Indonesia. Saat ini penerbangan Jepang berkontribusi sebesar 20 persen dari pendapatan internasional," kata Arif.