Kamis, 28 Mei 2026

Harga Lada Masih Bertahan Tinggi Hingga Capai Rp67.000 Per Kg

Permintaan Lada di dalam negeri mengalami kenaikkan hingga mencapai 50 persen.

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Permintaan Lada di dalam negeri mengalami kenaikkan hingga mencapai 50 persen. Namun hal ini masih membawa harga lada bertahan tinggi antara Rp55.000, Rp66.000-Rp67.000 per kilogram.

Seperti dicatat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, di Kabupaten Lampung Barat, permintaan akan lada mengalami kenaikan hingga 50 persen. Harga Lada berada pada level harga Rp. 55.000 per kilogram.

Disebutkan luas lahan tanaman Lada di Kabupaten Lampung Barat mencapai 11.796,7 Hektare, dengan hasil Lada mencapai 3.723 ton pertahun.

Sementara di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, transaksi Lada di tingkat pedagang pengumpul, berkurang karena petani masih menahan produknya untuk dijadikan stok. Sementara harga Lada di tingkat pedagang pengumpul masih bertahan tinggi yaitu Rp 67.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 66.000 per kilogram.

Sementara itu, seperti dimuat dalam "Analisis Perkembangan Harga" Bappebti,Rabu (24/8/2011), penutupan perdagangan di NCDEX (National Commodity and Derivatives Exchange), menunjukkan harga Lada ditutup menguat.

Harga Lada berjangka untk penyerahan September 2011 ditutup pada level harga INR32.925 per ton dari harga sebelumnya INR32.918 per ton.

"Kenaikan Lada dipengaruhi mulai berkurangnya pasokan Lada akibat musim panen telah berakhir," Analisis Bappebti.

Selama Januari - Juni 2011 ekspor Lada dari enam negara pengekspor utama (Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Sri Lanka) adalah 123.000 mt, mengalami penurunan 3% dibandingkan dengan ekspor 126.000 mt di periode yang sama tahun lalu.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved