Selasa, 9 Juni 2026

Polemik Impor Kentang

Kemendag Lempar Tanggungjawab Soal Impor Kentang

Di tengah membanjirnya kentang impor yang memukul harga kentang petani di pasar, Kementerian Perdagangan malah

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah membanjirnya kentang impor yang memukul harga kentang petani di pasar, Kementerian Perdagangan malah melemparkan tanggungjawab.

Membanjirnya kentang impor. menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (Dagri) Kemendag, Gunaryo, itu tidak akan terjadi, jika Badan Karantina melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kentang dan produk sayur mayor impor sebagai proteksi.

Hal ini bertujuan, menurutnya, menjaga agar kentang dan sayur mayor tidak begitu saja masuk dan membanjiri pasar dalam negeri dan memukul jatuh harga kentang lokal.

Lebih lanjut, dia mengakui bahwa impor kentang tidak diatur dalam tata niaga, sehingga komoditas tersebut masuk tanpa pemeriksaan hingga membanjiri pasar.

“Soal kentang tidak ada tata niaganya. Importasi kentang dan sayur-mayur mengikuti ketentuan umum,” jelas, kepada pers, di kantornya, Jakarta, Rabu (12/10/2011).

Namun, tegasnya, meski mengikuti ketentuan umum, tidak berarti masuknya kentang dan produk sayur-mayur dari luar negeri begitu bebas dan tidak terkendali. Berdasarkan ketentuan umum, bahwa impor sayur-mayur ini harus memenuhi ketentuan produktivitas, kesehatan, lingkungan dan perlindungan bagi petani produsen.

“Untuk importasi kentang tidak dipersyaratkan suatu perijinan. Ini yang jadi permasalahan. Namun bukan berarti bebas samasekali. karena ada peraturan umum, bagian dari pada strategi ketahanan pangan,” jelasnya.

Gunaryo juga mengatakan bahwa masalah kentang impor ini akan dibahasa bersama Menko Perekonomian, Hatta Rajasa.

Untuk diketahui, kemarin perwakilan sekitar 150 ribu buruh tani dan 15 ribu petani kentang di Dieng menggeruduk kantor Kementerian Pertanian mendesak Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menghentikan impor kentang. Karena banjirnya kentang impor membuat harga kentang mereka merosot hingga 50 persen.

Kordinator aksi, M Mudasir menjelaskan bahwa kentang impor asal Cina dan Bangladesh beredar di pasar dengan harga Rp2.200 per Kg. Harga ini jauh di bawah harga kentang lokal yang dijual Rp5.500 –Rp6 ribu Per Kg.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved