PLN Berharap PLTA Upper Cisokan Beroperasi 2016
Ia mengatakan PLN akan segera membangun PLTA Upper Cisokan Pumped Storage 4 x 260 Megawatt (MW) di Bandung Barat dan Cianjur
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengharapkan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage 4x260 MW bisa mulai beroperasi tahun 2016.
Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat di Jakarta, Rabu (14/12/2011) mengungkapkan hal ini untuk membantu memenuhi kebutuhan beban puncak sistem Jawa Bali yang pada saat ini hampir mencapai 20.000 MW. Jumlah ini diprediksi mencapai 29.000 MW pada tahun 2016.
Ia mengatakan PLN akan segera membangun PLTA Upper Cisokan Pumped Storage 4 x 260 Megawatt (MW) di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hal ini menyusul penandatangan loan agreement antara Pemerintah RI dengan Bank Dunia dan project agreement antara PLN sebagai executing agency dengan IBRD 29 November lalu.
Hal ini dilaksanakan karena PLN telah memenuhi persyaratan-persyaratan pinjaman antara lain, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), Environmental Impact Assessment (EIA), Environmental Management Plan (EMP), Dam Safety Plan, Project Implementation Plan (PIP), Project Review Panel dan Environmental Social Panel, serta Surat Keputusan Penetapan Lokasi. ”Semua persyaratan tersebut untuk menjamin agar pelaksanaan konstruksi dan operasi PLTA nantinya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya dalam siaran pers.
Dia mengunkapkan PLTA Upper Cisokan adalah PLTA dengan sistem pumped storage pertama di Indonesia. Total biaya proyek sebesar 800 juta dolar Amerika Serikat, terdiri dari pinjaman sebesar 640 juta dolar AS untuk pekerjaan utama dan APLN/APBN sebesar 160 juta dolar AS untuk pekerjaan prasarana dan pembebasan tanah.
Menurut keterangannya, PLTA ini mempunyai dua buah reservoir yaitu upper reservoir (waduk atas) dan lower reservoir (waduk bawah). Pola operasi PLTA, pada waktu beban puncak antara pukul 17.00-22.00 air akan dilepas dari upper reservoir ke lower reservoir untuk menghasilkan listrik. Sebaliknya pada waktu di luar beban puncak, air akan dipompakan kembali dari lower reservoir ke upper reservoirmemanfaatkan energi dari sistem Jawa Bali.
Dengan demikian PLTA ini bisa beroperasi sepanjang tahun (tidak tergantung debit sungai dan musim) tanpa mengganggu debit sungai dan irigasi yang berada di sekitarnya. Kalaupun dibutuhkan tambahan air, hanya digunakan sedikit air untuk mengatasi penguapan di waduk tersebut.
Selain itu, PLTA pomped storage memiliki nilai keekonomisan yang tinggi. Hal ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut, pada saat menghasilkan listrik dianggap sebagai pengganti pembangkit PLTG dengan BBM yang sangat mahal, sedangkan untuk memompa dipakai listrik dari PLTU batubara yang relatif murah.
Surat Keputusan Penetapan Lokasi dari Gubernur Jawa Barat telah terbit tanggal 27 Oktober 2011 dan loan agreement ditandatangani tanggal 29 November 2011, dengan demikian Proyek PLTA Upper Cisokan sudah bisa mulai dibangun.