Pembatasan Subsidi BBM
BP Migas Pastikan Stok CNG BBG Aman
Kepala BP Migas Raden Priyono mengatakan bahwa stok untuk penggunaan bahan bakar gas (BBG) bagi kendaraan tak ada masalah.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fajar Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala BP Migas Raden Priyono mengatakan bahwa stok untuk penggunaan bahan bakar gas (BBG) bagi kendaraan tak ada masalah.
Namun yang jadi masalah, menurut Priyono apakah harga BBM masih lebih murah dibandingkan BBG.
"Harga hati-hati lho, premium kalau harganya nanti segini (lebih murah), ternyata harga gas lebih mahal satuan pervolume," ujar Priyono, di Gedung DPR, Kamis (2/2/2012).
Mengenai volume stok BBG, menurut Priyono telah dipersiapkan terutama untuk Chemical Natural Gas (CNG)
"Volume gas nggak ada masalah, hanya masalah harga doang, apalagi kalau CNG BBG kita punya banyak (stok) lah."
Lain halnya untuk Liquidfied Gas Vehicle (LGV), menurut Priyono, stok volume masih kurang daripada yang dibutuhkan nantinya saat pembatasan subsidi BBM dijalankan.
"LGV itu kita punya gap 1,8mmdtu, kebutuhan 5,4 mmdtu, itu aja masih impor. Tapi bisa juga disikapi selama kita punya gas LGV tak ada masalah," papar Priyono.
Seperti diketahui, mulai 1 April 2012 pemerintah mulai memberlakukan pembatasan subsidi BBM bagi kendaraan pribadi maupun kendaraan plat merah.
Selain itu, pemerintah akan menerapkan penggunaan BBG sebagai pengganti BBM sebagai dampak dari pengurangan subsidi BBM tersebut.