Rabu, 10 Juni 2026

Aset Bank Mutiara Naik 135 Persen

Direktur Utama PT Bank Mutiara Tbk, Maryono, menyabut baik kabar adanya calon investor yang berani menawar Bank Mutiara senilai Rp 6,75 triliun.

Tayang:
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Mutiara Tbk, Maryono, menyabut baik kabar adanya calon investor yang berani menawar Bank Mutiara senilai Rp 6,75 triliun. Bila kabar itu menjadi kenyataan, berarti Bank Mutiara memiliki nilai jual yang baik.

"Proses divestasi yang menangani LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).Jadi kalau ada yang berminat (membeli Bank Mutiara) ya ke LPS. Kami belum tahu. Tapi kalau benar ada yang menawar tinggi, itu artinya Bank Mutiara memiliki nilai jual yang baik," kata Maryono, Rabu (8/2).

Sebelumnya perusahaan investasi Yawadwipa Companies mengumumkan minatnya ingin membeli saham Bank Mutiara senilai 750 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,75 triliun. Menurut Maryono, otoritas penilai calon investor ada di LPS. Saat ini, LPS membuka pintu penawaran bagi siapa saja yang berminat membeli Bank Mutiara. "Siapa pun dari dalam dan luar negeri, yang berminat akan dinilai hingga akhir November. Siapa pun, silakan ajukan kepada LPS," tambahnya.

Sebagai pengelola Bank Mutiara, ia tahu bahwa bank ini sehat. Bank Indonesia (BI) sejak 2011 juga menyatakan Bank Mutiara sebagai bank sehat. Hingga akhir Desember 2011, total kredit yang disalurkan Bank Mutiara mencapai Rp9,4 triliun atau meningkat 49,2 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini naik 97 persen sejak diambil alih oleh LPS tiga tahun lalu. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp11,3 triliun, atau meningkat 26 persen dibanding 2010 serta tumbuh 119 persen dalam waktu tiga tahun.

Total aset Rp13,1 triliun atau meningkat 22 persen dari tahun sebelumnya dan naik 135 persen dalam tiga tahun. Bank yang dulu bernama Century itu juga mencatatkan laba Rp290 miliar atau naik 33,4 persen dalam waktu satu tahun. Tingkat kredit bermasalah (NPL) yang sebelumnya 10,4 persen pada 2010, ditekan menjadi 3,9 persen pada 2011.

Ke depan, Bank Mutiara juga bekerja sama dengan jaringan ATM PT Bank Central Asia Tbk atau Prima, sehingga bisa melayani nasabah dengan jumlah ATM sekitar 40 ribu. Bank Mutiara akan menambah lima cabang, dan membuka credit center yang sekarang sudah ada di Surabaya.

Selain itu, Bank Mutiara akan membuka layanan bagi bisnis usaha kecil dan menengah (UKM), gerai yang bisa memanfaatkan untuk transaksi valuta asing, dan direncanakan membuka empat gerai di empat lokasi. "Pada 2012 akan terjadi peningkatan outlet, baik normal, prioritas, kredit, maupun gerai untuk transaksi valas," tuturnya. (tribunnews/ugi)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved