Rabu, 10 Juni 2026

Empat Investor Tawar Bank Mutiara

Penawaran saham PT Bank Mutiara Tbk cukup menarik minat investor untuk membelinya.

Tayang:
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penawaran saham PT Bank Mutiara Tbk cukup menarik minat investor untuk membelinya. Setidaknya, sampai saat ini sudah ada empat calon investor yang menyatakan minatnya untuk membeli saham bank yang sebelumnya bernama Bank Century.

Menurut Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani, empat investor yang mengajukan penawaran saham Bank Mutiara itu salah satunya adalah Yawadwipa Companies. Namun Djaelani Firdaus belum bersedia mengungkapkan identitas tiga calon investor lainnya di luar Yawadwipa. "Selain Yawadwipa, ada tiga investor lagi yang sudah menyatakan berminat beli Bank Mutiara. Mereka sudah mengajukan surat ke Danareksa," jelas Firdaus.

LPS Membuka kesempatan kepada investor untuk mengajukan minat membeli Bank Mutiara hingga akhir April mendatang. Firdaus yakin, jumlah investor yang berminat membeli saham divestasi Bank Mutiara akan bertambah banyak. "Tetapi apakah investor tersebut dari dalam atau luar negeri, belum tahu. Investor asing juga banyak menggunakan jasa broker, agen, maupun perusahaan sekuritas di Indonesia," katanya.

Optimisme serupa disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo. Menurut Heru, batas waktu penyerahan bukti minat investor ke Bank Mutiara masih lama. Ia yakin dengan rentang waktu yang cukup lama ini calon investor lain yang belum mengajukan minat memiliki untuk mengkaji dan mempertimbangkannya secara masak-masak. Sehingga ia yakin akan banyak calon investor yang mengajukan minatnya untuk membeli Bank Mutiara.

"LPS senang bila ada perhatian calon investor atau peminat. Barangkali Yawadwipa meramaikan pasar dengan menyampaikan minatnya beli Bank Mutiara kepada media. Tapi bagi LPS baru bisa dinilai bila sudah mengikuti prosedur formal divestasi LPS," tuturnya.

LPS sudah menawarkan Bank Mutiara dua kali. Namun dalam dua kali lelang penjualan sebelumnya, LPS gagal mendapatkan pembeli. Investor menilai harga Rp 6,7 triliun yang dipatok LPS terlalu mahalnya. Harga Bank Mutiara yang ditawarkan LPS itu setara dengan dana bailout yang dikeluarkan pemerintah untuk menyelamatkan bank tersebut.

Gegapgempita penawaran Bank Mutiara kali ini bergaung setelah Yawadwipa Companies, perusahaan investasi yang baru berdiri 9 Januari 2012, tiba-tiba mengumumkan minatnya untuk membeli Bank Mutiara senilai Rp 6,7 triliun. Keseriusan Yawadwipa ditunjukan lewat surat minat membeli Bank Mutiara yang diajukan ke Danareksa selaku agen penjual. (tribunnews/ugi)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved