Harga Batubara Indonesia Merosot ke Level Terendah
Harga Batubara Indonesia turun ke posisi terendah dalam 18 bulan terakhir.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Harga Batubara Indonesia turun ke posisi terendah dalam 18 bulan terakhir.
Batubara dengan nilai kalori 6,322 kkal per kg memiliki biaya 102,12 dolar AS per mt FOB untuk basis bulan Mei, turun 3,3 persen dari 105,61 dolar AS di April.
Sebagaimana dirilis Bappebti Kementerian Perdagangan, Rabu (9/5/2012), harga ini merupakan terendah semenjak November 2010.
Sementara itu menurut Bisnis, batubara Indonesia Harga Referensi jatuh ke harga terendah, 120 dolar AS per ton.
Harga Batubara Indonesia Referensi (HBA) untuk pembangkit listrik dengan KCl 6322 turun menjadi 102 dolar AS per ton, harga terendah sejak November 2010.
Menurut konferensi pers Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, harga patokan batubara turun 3,3 persen dibandingkan dengan harga bulan April yang mencapai 105,61 dolar AS per ton.
Harga batubara acuan adalah harga spot untuk batubara dalam periode mulai dari 1 Mei sampai dengan 31 Mei 2012.
Lebih lanjut, harga untuk berjangka batubara termal, patokan AS, rata-rata di perdagangkan pada 63,90 dolar AS pada kuartal pertama, 17 persen kurang dari tahun sebelumnya.
Sedangkan, harga rata-rata batubara metalurgi adalah 168,63 dolar AS per ton pada kuartal pertama, 19 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Alpha mendapat 50 persen tahun 2011 pendapatan batubara dari bahan baku pembuatan baja. "Pasar untuk batubara metalurgi dan termal berada di bawah tekanan, tetapi tantangan yang dihadapi pasar metalurgi tampaknya siklus dan bisa membalikkan cepat," kata Alpha dalam pernyataan itu.
"Tantangan yang dihadapi pasar uap batubara dalam negeri, di sisi lain, tampaknya kedua siklus dan struktural dan cenderung untuk berlama-lama baik ke 2013."