Asuransi Jiwa Bayar Klaim Hingga Rp 14,5 Triliun
Industri asuransi jiwa terus mencatat hasil positif hingga awal tahun ini, kendati krisis Eropa dan Amerika Serikat terus bergejolak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri asuransi jiwa terus mencatat hasil positif hingga awal tahun ini, kendati krisis Eropa dan Amerika Serikat terus bergejolak. Pendapatan industri Asuransi jiwa tercatat mendekati level 40 persen yang tentu masih didukung oleh pendapatan premi.
Sumbangan pendapatan premi triwulan 1 (Q1) tahun 2012 tercatata sebesar Rp7,7 triliun, naik 20,9 persen dari posisi Q1 tahun 2011 sebesar Rp6,4 triliun. Sedangkan sepanjang Q1 tahun 2012 total klaim yang dibayarkan asuransi jiwa nasional tercatat Rp14,5 triliun.
"Menariknya fungsi proteksi dari industri asuransi berjalan baik, jika merujuk pada data klaim yang dibayarkan perusahaan jiwa meningkat 27,2 persen dibandingkan periode triwulan 1 2011, sebesar Rp 11,4 trilun,"ujar Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim pada konferensi pers Kinerja Asuransi Jiwa Nasional Q1 2012, Senin (9/7/2012).
Menurut Hendrisman Rahim, Industri Asuransi tidak hanya rajin meraup premi dari nasabah, tetapi juga memenuhi kewajibannya jika ada klaim yang diajukan.
"Sekitar 59,8 persen dari pendapatan premi yang mencapai Rp24,3 triliun untuk klaim,"papar Hendrisman Rahim. (*)
BACA JUGA: