Pembangunan Properti Marak Indikator Ekonomi Kuat
Kuatnya pembangunan ekonomi berdampak pula terhadap pembangunan properti khususnya hunian, kantor dalam dua tahun kedepan.
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuatnya pembangunan ekonomi berdampak pula terhadap pembangunan properti khususnya pembangunan hunian kantor untuk dua tahun kedepan.
Anton Sitorus, Associate Director Research Jones Lang LaSalle, mengungkapkan dalam dua tahun kedepan akan ada 25-35 hunian office di DKI Jakarta dengan luas lahan sebanyak 1,01 juta m2 untuk kawasan Central Buisness District (CBD) dan Non-CBD.
"Untuk CBD sebanyak 617 ribu m2 dan sisanya untuk Non - CBD," jelasnya, di Jakarta (18/07/2012)
Ia juga mengatakan bahwa kebutuhan lahan ini merupakan peningkatan sebanyak 100 ribu m2 untuk per tahunnya.
"Kalau dua tahun yang lalu mencapai 100 ribu m2 per tahun dan sekarang bisa 200 ribu m2 luasan lahan untuk properti kantor,"jelasnya.
Ia berpendapat bahwa kenaikan ini karena prospek ekonomi yang semakin membaik.
"Dibandingkan negara lain ekonomi kita paling baik, dalam prediksi buruk saja bisa masih bisa mencapai 3,8 persen untuk di 2013," jelasnya.
Selain itu, faktor harga hunian office yang lebih murah dibandingkan dengan negara tetangga juga turut menaikan pertumbuhan properti di DKI Jakarta,
"Perbandingannya 1 : 10 dan 1 : 6 untuk harga properti di Singapura dan Malaysia dengan di indonesia, kita masih lebih murah dibandingkan mereka," jelasnya.
Oleh karena itu, ia yakin kalau ekonomi yang bagus akan menggerakan sektor properti terutama untuk hunian perkantoran.
"Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen saja masih banyak yang mau investasi di sini dan semakin baik ekonomi kita maka akan semakin banyak yang mau menyewa kantor di DKI Jakarta," jelasnya.(*)
BACA JUGA: