Minggu, 14 Juni 2026

Dibuang Marvel, Dikontrak Eksklusif DC Comics

“Biasanya 10 halaman itu diberi waktu 13 hari dan saya bisa mengerjakan semua tepat waktu

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM,TULUNGAGUNG- Sempat bekerja pada Marvel Comics di tahun 2009, dan mengerjakan 3 buku komik di perusahaan komik raksasa tersebut, Ardian Syaf kemudian diberhentikan. Namun di tahun yang sama, DC Comics mengetahui bakat besarnya dan mengontraknya secara eksklusif.

Diberhentikan oleh Marvel Comics tidak membuat Ardian harus menganggur lama. Justru ketika Marvel tidak menggunakan tenaganya, DC Comics yang menjadi pesaing Marvel antusias merekrutnya. Sebagai uji coba tahap awal, Ardian dipercaya  mengerjakan 10 halaman tambahan di buku Justice League, dengan karakter utama Batman dan Superman.

Beberapa kali 10 halaman uji coba tersebut ditawarkan, Ardian mampu mengerjakannya dengan hasil yang dianggap memuaskan. Kepercayaan penuh dari DC Comics pun akhirnya didapatnya untuk mengerjakan satu buku, bukan lagi secuil kisah yang digabung dengan komikus lain.

“Biasanya 10 halaman itu diberi waktu  13 hari dan saya bisa mengerjakan semua tepat waktu. DC Comics merasa puas dan saya pun ditawari kontrak,” kenangnya.

Tahun 2009, DC Comics mengajukan kontrak eksklusif  untuk jangka waktu 2 tahun, hingga tahun 2011. Bekerja di DC Comics, Ardian dipercaya membuat gambar cerita Batman and Robin, serta Superman. Dua tahun pertama dalam kontrak eksklusif dengan DC Comics berhasil dilalui Ardian dengan hasil karya yang dianggap memuaskan.

Lagi-lagi DC Comics menyodorkan kontrak eksklusif untuk kedua kalinya dengan durasi dua tahun, dari 2011 hingga  2013.

“Untuk kedua kalinya DC Comics mengikat saya dengan kontrak eksklusif. Ini cukup menyenangkan karena saya cukup bekerja di rumah tapi bayarannya dollar,” selorohnya.

Meski bekerja pada perusahaan komik besar asal Amerika Serikat, Ardian memang cukup bekerja di rumah saja. Setiap kali DC Comics membutuhkan tenaganya untuk membuat sebuah buku komik, mereka hanya mengirimkan sebuah petunjuk dan tulisan naskahnya lewat email.
Ardian kemudian memvisualisasikan setiap dialog dalam naskah yang singkat tersebut menjadi gambar. Setiap halaman komik dilukisnya terlebih dahulu pada sebuah kertas gambar ukuran A3, dengan goresan pensil. Satu halaman komik, biasa diselesaikan dalam satu hari.
Cukup lama memang, karena setiap halaman dilukis dengan detail yang sangat tinggi. Apalagi memvisualkan naskah menjadi lukisan, diperlukan sebuah imajinasi yang kuat dan terus mengalir mengikuti alur cerita.

“Rata-rata satu halaman selesai dikerjakan dalam satu hari, karena detailnya sangat banyak hingga hal yang sangat kecil,” terangnya.

Setiap halaman yang selesai digambar kemudian disimpan pada sebuah album besar. Saat sudah selesai dikerjakan lengkap satu buku, gambar-gambar tersebut kemudian discan dan dirubah menjadi gambar file komputer. Satu per satu gambar tersebut kemudian dikirim balik ke DC Comics.

Gambar yang tadinya hitam putih dengan goresan pensil, oleh DC Comics kemudian diberi warna sebelum masuk percetakan. Hasilnya, buku komik karya Ardian kemudian diedarkan DC Comics ke seluruh dunia. Ardian pun mendapatkan kiriman hasil karyanya.

Komik-komik yang dikirim balik oleh DC Comics itulah yang kini menjadi koleksinya dan kerap menjadi bacaan anak-anak di sekitar rumahnya. Tentang bayaran, Ardian dihargai dengan dollar untuk setiap halaman yang dikerjakannya. Namun Ardian tidak mau membocorkan, seberapa besar DC Comics menghargai karyanya.

“Janganlah, tidak enak kalau dipublikasikan. Pokoknya cukuplah untuk hidup di kampung,” katanya merendah.

Ardian memang bukan artis, namun berkat prestasinya ini namanya berkibar di antara komikus Indonesia dan penggemar komik.

Wajar saja sebab sampai sejauh ini sudah 80 buku komik karyanya yang diterbitkan DC Comics. Hampir setiap hari, Ardian menerima kiriman komik-komik terbitan DC Comics dari para penggemarnya di seluruh Indonesia. Mereka memintanya mebubuhkan tanda tangan, sebelum dikirim balik kepada yang punya.

Rasa cinta dari para penggemar komik itu pula yang menjadi salah satu pengobar semangat agar terus menekuni komik. Berkat kerjasamanya dengan DC Comics, Ardian juga sempat diminta menjadi bintang tamu acara TV, Hitam Putih di Trans 7.

Namun sebelum berangkat ke Jakarta, Ardian menerima telpon dari Marcelino Levrant, seorang artis yang dikenal penggemar komik. Jauh-jauh hari Marcelino memintanya untuk ketemu, saat di studio Trans 7, sesaat sebelum syuting, untuk minta tanda tangan setumpuk buku komik DC Comics.

Dalam kesempatan tersebut Marcelino juga memberikan sebuah komik pahlawan super karyanya yang bernama Volt, untuk diberi masukan.

“Saya tidak tahu dari mana dia dapat nomor telpon saya, dia minta ketemuan. Ini biasanya artis yang diminta tanda tangan, dia malah minta tanda tangan ke saya,” ujarnya sambil tertawa.

Meski bukan pekerjaan populer, nama Ardian semakin berkibar. Majalah Fortune Indonesia edisi Oktober 2012 menyebutnya sebagai hal ke-13, Great Things About Indonesia.

Di rumahnya, Ardian juga kerap menerima komikus-komikus muda untuk sekedar minta bimbingan dan saran. Tetangga sekitar yang awalnya kurang paham dengan pekerjaannya, kini mereka mengerti apa yang dilakukan Ardian mendapat penghargaan secara luas. Mereka pun tahu, Ardian menerima bayaran dollar Amerika dari pekerjaannya yang hanya menggambar setiap hari.

Ardian pun menjadi sosok terpandang di kampungnya.  Tidak jarang warga sekitar datang kepadanya, untuk menawarkan tanahnya. Atau bahkan datang hanya untuk sekedar meminjam uang.

Sebuah pengakuan tidak langsung, bahwa ekonomi Ardian cukup mapan, meski bekerja dengan menggambar di atas kertas dan pensil gambar.

“Itulah kenapa saya tidak mau mengungkapkan bayaran saya dari DC (Comics). Bukan hanya tetangga yang ngutang, ada agen asuransi dan agen-agen lainnya berdatangan menawarkan produk,” akunya.

Mendapatkan kehidupan layak dan dikenal luas di kalangan komikus, tidak membuat Ardian besar kepala. Hidup di desa yang penuh suasana kekeluargaan, membuatnya tidak melupakan aspek sosial. Setiap hari minggu, Ardian menyempatkan diri untuk mengajari anak-anak menggambar.

Bertempat di sekolah Madrasah Ibtidaiyah setempat, puluhan anak mendapatkan pelajaran menggambar gratis darinya. Jika anak-anak sedang bermain bersama putranya, Fahrial Lutfi Rahardian (5), Ardian menyempatkan diri berkumpul dengan mereka, sekedar menikmati komik-komik koleksinya.  

Sering pula para sastrawan Jawa teman-teman almarhum ayahnya, Tansir AS, minta tolong untuk membuatkan cover buku novel mereka. Ardian selalu membantu mereka dengan gratis, sebab menurutnya cara itu untuk mengenang mendiang ayahnya.

“Itu cara saya mengenang alharhum bapak yang sangat berjasa dalam karir saya. Saya teringat para sastrawan Jawa itu pernah sama-sama berjuang dengan bapak,” kenangnya.

Namun Ardian mengaku masih memiliki keinginan terpendam, yaitu memproduksi komik sendiri. Hal tersebut tidak mungkin dilakukannya selama bekerja di DC Comics, sebab salah satu klausal dalam kontrak melarang Ardian membuat komik dan dipublikasikan.

Ardian sepenuhnya sadar, suatu ketika DC Comics bisa saja mengakhiri kontrak dan tidak lagi menggunakan tenaganya.

Saat itulah Ardian berniat menelorkan ide-idenya menjadi sebuah cerita bergambar.

“Saya mempunyai imajinasi karakter dan cerita yang belum bisa saya wujudkan. Mungkin nanti kalau sudah tidak terikat kontrak saya akan kerjakan,” ucapnya.

Meski untuk membuat komik, Ardian harus mengaku bahwa komik bukan menjadi suatu yang populer di Indonesia, seperti Amerika dan negara-negara barat. Menjadi komikus bukan pilihan bijak untuk menjadi tumpuan hidup di Indonesia. Karena kurang diminati, penerbit pun jadi enggan menerbitkan komik karena dianggap kurang menguntungkan.

Tidak heran komik yang beredar pun kebanyakan merupakan komik Jepang. Pahlawan super yang ditawarkan pun juga produk-produk barat, sementara tidak ada tokoh lokal Indonesia yang menonjol.

“Posisi komik yang tidak populer dan keengganan penerbit yang enggan menerbitkan membuat komik Indonesia sangat lesu. Tapi saya selalu punya mimpi tentang komik-komik asli Indonesia,” pungkasnya.

Sumber   : Surya
Reporter : David yohanes

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved