2017 Pertamina Targetkan Kuasai 30 Persen Pasar Petrokimia
Dalam memenuhi industri Petrokimia, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan tiga pihak swasta lainnya untuk membuat kilang Naphta Cracker.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam memenuhi industri Petrokimia, PT Pertamina (Persero) bekerjasama dengan tiga pihak swasta lainnya untuk membuat kilang Naphta Cracker. Kilang Naphta Cracker ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2017 dengan produksi Ethylene 250 ribu Ton/tahun, Polyethylene 400 ribu Ton/tahun, Polypropylene 350 ribu Ton/tahun, PVC 200 ribu ton/tahun.
Saat ini, impor produk petrokimia ditaksir mencapai sekitar US$5 miliar per tahun. Adapun, Pertamina sejauh ini baru memasok sekitar 10% dari total kebutuhan petrokimia nasional.
“Setelah naphta cracker tersebut terbangun, kami menargetkan untuk dapat menguasai 30% pangsa pasar pada 2017,di mana pada saat itu pasar petrokimia nasional diperkirakan akan mencapai US$30 miliar," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, Kamis (12/12/2012).
Sebelum naphta cracker tersebut beroperasi, perusahaan patungan Pertamina dan mitra akan bekerjasama melakukan kegiatan pemasaran produk petrokimia di pasar domestik dan regional. Dengan peran Pertamina itu, diharapkan pasar produk petrokimia, khususnya domestik, lebih kompetitif dan efisien dengan kehandalan pasokan yang lebih terjamin.
Pertamina pada tahap selanjutnya Pertamina menargetkan penguasaan pasar petrokimia menjadi 80% pada 2025. "Dengan dukungan bahan baku yang bersumber dari alam Indonesia, kapasitas Pertamina selaku pemilik aset kilang terbesar di Asia Tenggara, serta kerjasama dengan mitra terbaik, kami yakin target tersebut dapat tercapai," ungkap Hanung Budya. (*)
BACA JUGA:
- Menara Pertama TCC Batavia Siap Beroperasi Ha...
- Pengusaha Thailand Belajar Bahasa Indonesia D...
- Pertamina akan Bangun Kilang Petrokimia Berka...