Jumat, 10 April 2026

Investor Sektor Infrastruktur Diprediksi Agresif

Mandiri Sekuritas memprediksikan perkembangan pasar modal 2013 akan lebih baik pertumbuhannya dibandingkan tahun

Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Mandiri Sekuritas memprediksikan perkembangan pasar modal 2013 akan lebih baik pertumbuhannya dibandingkan tahun 2012. Mandiri optimistis outlook 2013 yang semakin tumbuh sehingga akan motivasi investor semakin agresif di pasar modal.

Equity Capital Market Retail Mandiri Sekuritas, Fath Aliansyah B mengatakan, tahun 2013 perkembangan pasar modal akan lebih baik dan beberapa sektor akan semakin unggul. Di antaranya sektor infrastruktur maupun konsumsi.

"Tahun depan yang menarik adalah sektor Infrastruktur, karena pemerintah fokus. Satu di antaranya budget infrastruktur atas program MP3EI. Dimana beberapa proyek sudah disiapkan dan akan mempengaruhi sektor-sektor lainnya," ujarnya kepada wartawan usai kegiatan investor gathering dengan tema Review Pasar Modal 2012 dan Outlook 2013 di Orchardz Hotel Gajahmada, Sabtu (22/12/2012).

Fath menjelaskan, pembangunan proyek Masterplan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) akan dimulai dari jalan dan berdampak pada kebutuhan material seperti semen, dan kontruksi.

Sementara sektor konsumsi yang turun saat ini harusnya ada rebond tahun depan. Karena itu, sektor-sektor tersebut akan cukup menarik untuk tahun depan. Demikian juga jika Upah Minimum Regional (UMR) naik maka yang lainnya akan naik.

"Jadi mereka yang gajinya dibawah UMR akan mengalami peningkatan. Sebab income bertambah otomatis pengeluaran juga meningkat termasuk yang berada dibawah rata-rata juga kena imbasnya," tuturnya.

Menurut Fath, konsumen sendiri ada bermacam-macam, demografi Indonesia saat ini adalah usia produktif ditambah dengan middle class maka mereka yang punya pendapatan lebih akan bertambah juga. Kedepannya barang-barang premium, otomotif, properti, mining pasti akan kena imbasnya, sehingga tergantung overly-nya dan bagaimana menghadapinya.

Sektor Perbankan, dinilai Fath tidak pernah akan mati karena perbankan merupakan sirkulasi perputaran transaksi perekonomian. Perbankan yang funding-nya besar akan memiliki dana besar untuk alokasi pinjaman yang berdampak pada sektor lainnya. Sedangkan dari segi investor, kedepan akan lebih agresif dengan adanya edukasi tentang keadaan pasar modal yang diberikan anggota bursa.

Fath menilai tantangan 2013, dari segi pasar modal adalah bagaimana menjaga iklim investasi agar investor asing percaya dan bisa tetap berinvestasi, bahkan lebih besar lagi di Indonesia.

Apabila terjaga, akan semakin baik untuk pasar modal kedepannya. Alasan Fath, selama ini Indonesia menjadi negara tujuan investasi ketika keadaan ekonomi global tidak menentu dan stabil.

Selain itu, agenda politik yang terjadi lima tahun sekali tepatnya tahun depan akan ada pemilu juga baik untuk pasar modal. Karena regulasi yang dikeluarkan pemimpin baru imbasnya akan ke pasar modal.

Sementara tantangan untuk meraih investor karena kuatnya persaingan produk investasi saat ini. Fath mengatakan, dunia pasar modal tidak hanya lebih agresif menawarkan produk pasar modal. Tapi layanan yang diberikan juga lebih maksimal seperti edukasi agar investor memahami dan merasa nyaman berinvestasi di pasar modal.

"Dengan demikian, secara perlahan mereka bisa berinvestasi dan akan terus di-suplay data dan lainnya agar investor lebih percaya diri terhadap pasar modal," tuturnya.

Disamping itu lanjut Fath, semakin bertambahnya perusahaan yang Initial Public Offering (IPO) menandakan pasar modal sangat positif. Karena semakin banyak perusahaan IPO semakin banyak pilihan untuk masyarakat membeli saham. Tugas anggota bursa adalah memberikan edukasi kepada nasabah untuk memilih perusahaan atau IPO yang tepat.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved