Batavia Air Bangkrut

Agen Travel Tuding Batavia Air Sengaja Pailitkan Diri

Kasus pailit yang dialami Batavia Air, diduga sengaja dilakukan untuk menghapus utang-utang perusahaan yang menumpuk.

Agen Travel Tuding Batavia Air Sengaja Pailitkan Diri
WARTA KOTA/ANGGA BN
Warga mengisi formulir pengembalian uang untuk tiket penerbangan maskapai Batavia Air yang sudah dibeli, di salah satu agen penjualan tiket di Ruko Cempaka Mas, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus pailit yang dialami Batavia Air, diduga sengaja dilakukan untuk menghapus utang-utang perusahaan yang menumpuk.

Dugaan ini disampaikan oleh salah satu anggota Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) di Jakarta, Senin (4/1/2013).

"Ini (kasus Batavia) cuci tangan, paling bagus dengan dioper ke kurator," ujar Ary Wowor, Ketua Astindo Sulawesi Tengah saat jumpa pers Astindo di Wisma Nugra Santana, Jakarta.

Menurut Ary, keputusan pailit dari pengadilan terhadap Batavia Air, membuat pihak maskapai bisa lepas tangan mengembalikan setoran deposit kepada agen travel. Sebab, pihak Batavia Air bisa berkelit, bahwa perusahaan sudah diambil alih kurator yang ditunjuk pengadilan.

Ary mengklaim, saat ini kerugian agen travel di wilayahnya bisa mencapai Rp 500 juta. Dana itu merupakan dana deposit agen travel di Sulawesi Tengah yang sudah disetorkan ke Batavia Air.

"Padahal ada banyak rombongan mahasiswa yang mau liburan ke Jawa pada bulan ini," ungkap Ary.

Ary mengaku kecewa terhadap manajemen Batavia Air. Karena, setelah putusan pailit Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, pihak Batavia Air menutup operasional kantornya.

"Mereka langsung menutup kantornya, tidak berikan penjelasan," ucap Ary.

Bahkan, Ary menuduh dana deposit yang disetorkan agen travel, digunakan oleh Batavia Air untuk membayar utang ke pihak lain. Untuk menyelesaikan masalah ini, Association of The Indonesian Tours & Travel Agents (ASITA) Chapter berencana mengadukan nasib ke DPR. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Kontan
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved