Breaking News:

Hary Tanoesoedibjo Tolak Tudingan Dapat Warisan Keluarga Cendana

CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, mengaku tak pernah dapat warisan dari keluarga mantan Presiden RI Soeharto

zoom-inlihat foto Hary Tanoesoedibjo Tolak Tudingan Dapat Warisan Keluarga Cendana
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Deklarator Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo, membacakan pidato politiknya dihadapan simpatisan, di Istora Senayan Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2013). Selain Hary, ormas Perindo ini juga antara lain dideklarasikan oleh ahli hukum Yusril Ihza Mahendra dan mantan Sekjen Partai NasDem Ahmad Rofiq, dengan membacakan manifesto politik. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, mengaku tak pernah dapat warisan dari keluarga mantan Presiden RI Soeharto. Hary menjelaskan kalau semua hasil usahanya dari kerja keras dan keringat yang ia lakukan dari awal tahun 90-an.

Awal keterkaitan Hary Tanoe dengan keluarga Cendana saat ia bekerja di bawah perusahaan Bambang Trihatmodjo, PT Bimantara. Sejak saat itu, karier Harry Tanoeseodibjo menanjak ketika kepemilikan sahamnya mencapai 40 persen dan diangkat sebagai Direktur Umum PT Bimantara.

"Awal tahun 2001 saya baru kenal Bambang Tri. Dia tawarkan 25 persen saham PT Bimantara ke saya. Sahamnya dibayar mahal dan saya diangkat jadi komisaris," ujar Harry Tanoesoedibjo menceritakan awal kariernya, Minggu (10/3/2013)

Sejak berkiprah di PT Dirgantara, Hary Tanoe pun mulai tertarik dengan dunia media saat melihat RCTI. Pada saat ia diangkat menjadi direktur PT Dirgantara, Harry banyak menjual saham dan usahanya, namun ia mempertahankan RCTI.

"Dari situ saya fokus di media, yang bukan perusahaan media saya jual, JAS, komputer, tanker saya jual," ungkap Harry Tanoe.

Seiring perkembangan bisnisnya, Hary Tanoe pun mulai mentransformasikan bisnis PT Dirgantara yang bersifat konglomerasi diubahnya menjadi perusahaan media. "MNC hari ini migrasi dari Bimantara. Karena Dirgantara dulu bersifat konglomerasi sekarang berubah menjadi perusahaan media," jelas Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura ini.


BISNIS POPULER

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved