Harga BBM
Subsidi BBM akan Dialihkan ke Penanggulangan Kemiskinan dan Pendidikan
Pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dialihkan ke program penanggulangan kemiskinan dan pendidikan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agustina R
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dialihkan ke program penanggulangan kemiskinan dan pendidikan. Hal ini diucapkan oleh HS Dillon, Staf Khusus Presiden untuk Pengentasan Kemiskinan, Kamis (14/3/2013).
Menurut Dillon, mengunakan subsidi tersebut untuk menanggulangi kemiskinan tidak cukup hanya memberikan orang dana. Yang dipentingkan adalah soal kualitas pendidikan dan yang diinginkan rakyat adalah pemberian sumber daya.
"Ada dua hal. Bagaimana pun subsidi ini kan sudah nggak benar dari sisi mana pun. Kalau dibilang Presiden Susilo takut, nggak juga. Saya ingat waktu lima atau enam tahun lalu, ia tanya juga pada saya, dan dia kerjakan, dia naikkan itu," ujar Dillon kepada wartawan, termasuk Tribunnews.
Dillon menyatakan kenapa lahan untuk pertanian mengapa tidak dibagi pada rakyat, kenapa tanah itu milik konglomerat semua. Sehingga dana perlu diarahkan ke sana. Di sisi lain, presiden sudah lama menyiapkan hal ini. Namun, menurut Dillon, presiden masih berpikir untuk memutuskannya. Seperti enam tahun lalu.
"Saya pikir dia mungkin tunggu April, dia lagi sibuk dengan gawe besar dia di bali sampai akhir bulan ketiga," paparnya.
Ketika ditanya apakah tak ada solusi lain, selain BBM naik? Dillon menjawab tidak mengetahuinya. Karena ada beberapa hal yang belum selesai seperti pemilihan Gubernur Bank Indonesia dan perubahan kabinet.
Selain itu, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat akan menggelar Kongres Luar Biasa pada akhir Maret ini di Bali, untuk memilih Ketua Umum partai.