Rencana Kenaikan Harga BBM
Apindo Desak Pemerintah Segera Naikkan Harga BBM
Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) setuju kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) setuju kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Tetapi Sofjan menyayangkan pemerintah tidak segera menaikkan harga BBM bersubsidi.
Menurut Sofjan, pemerintah yang lamban mengambil keputusan terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidiakan memengaruhi bisnis. Pasanya banyak pengusaha atau pedagang yang menahan harganya. Jika menjual barang saat ini dan harga BBM naik setelah itu, mereka akan menelan kerugian.
"Kami harus menunggu ketidakpastian, kami harapkan pemerintah cepat memutuskan mengenai BBM ini," ujar Sofjan kepada wartawan.
Sofyan mengatakan efek negatif dari lambannya pengambilan keputusan kenaikkan BBM berpengaruh pada pembangunan di Indonesia. Hal tersebut dilihat dari penjualan di industri semen yang turun 15 persen.
"Itu tandanya nggak banyak ada pembangunan. Penjualan mobil sudah turun 15 persen - 20 persen, orang sudah takut belanja, bank-bank juga sudah menciutkan kreditnya," lanjutnya.
"Dan menurut saya, ini tidak bisa ditahan-tahan lagi. Berapa lama kita harsu menahan ini, kalau pemerintah tidak cepat memutuskan ini," kata pria berusia 72 tahun ini.