Pemerintah Janji Produsen Mobil Listrik Bebas Pajak

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berjanji akan memberikan insentif berupa keringanan pajak bagi para produsen mobil.

Pemerintah Janji Produsen Mobil Listrik Bebas Pajak
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Rektor Universitas Pasundan (Unpas) Eddy Yusuf mencoba mobil listrik Pangrango Go Green di halaman Kampus Unpas, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Senin (3/6/2013). Mobil listrik karya mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Unpas angkatan 2010-2012 ini dirakit selama 1,5 bulan menggunakan mesin Kelly dari Cina dengan kekuatan listrik 8 jam, power 3x2 kilowatt (Kw), kecepatan 75 km/jam. Kendaraan yang menghabiskan dana Rp 60 juta tersebut akan diikutsertakan dalam Indonesia Electric Vehicle Competition (IEVC) 2013 di Kampus UGM pada 7-9 Juni 2013 dengan nama Jalak Harupat Team. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah  melalui Kementerian Perindustrian berjanji akan memberikan insentif berupa keringanan pajak bagi para produsen mobil. Untuk mobil
Low Cost Green Car (LCGC) akan diberikan insentif 20 persen bebas pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM), sedangkan mobil yang memakai konverter kit 50 persen bebas pajak, dan untuk mobil listrik dikenakan bebas pajak.

"Ini opsi, mereka (produsen) ada penghematan, produsen dapat insentif, ke arah ramah lingkungan," ujar Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Budi Darmadi, Senin (10/6/2013).

Budi Darmadi menambahkan pemberian insentif bagi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dalam bentu PPnBM akan dikeluarkan dengan persyaratan yang cukup berat. Tujuan dari insentif tersebut untuk mendorong daya saing industri otomotif dalam negeri.

"Insentif Akan diterbitkan bulan ini guna merangsang kemajuan industri otomotif di dalam negeri," jelas Budi Darmadi

Dalam pelaksanaanya ATPM harus memproduksi kapasitas mesin (cc) yang hanya 1.000-1.200 cc. Selanjutnya Pemerintah akan memberi PPnBM hanya sebesar 10 persen.

Selain merangsang pertumbuhan industri otomotif, produsen LCGC juga diharapkan mengembangkan kemandirian, sehingga tidak perlu banyak melakukan impor untuk kebutuhan komponen mobil

"Industri komponen power train, yaitu engine, dan transmisi excel bisa dibuat dalam negeri," jelas Budi.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved