Breaking News:

Pemerintah Indonesia Bakal Impor Ikan dan Buah dari Korsel

Pemerintah Indonesia meminta Korea Selatan menjual ikan yang belum ada di dalam negeri.

Warta Kota /Henry Lopulalan
Masyarakat dari pulau kecil mengelar dagangannya yang berasal tanaman darat atapun hasil pencarian di Bosnik, Biak Timur, Kabupaten Biak, Papua, Sabtu (24/8/2013). Pasar yang buka setiap hari senin, kamis dan sabtu ini menjual berbagai hasil laut seperti Penyu Hijau dengan harga 250 ribu/ekor , Ikan hias yang dalam plasti 10 ribu/ekor serta berbagai jeni ikan. Selain itu juga berbagai kuliner khas Biak digelar. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia meminta Korea Selatan menjual ikan yang belum ada di dalam negeri. "Nah permintaan kita ke mereka (Korsel), itu terkait dengan produk-produk ikan kelautan," ujar Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan, Kamis (26/9/2013).

Gita menjelaskan, Korea Selatan sangat menutup pasarnya untuk negara lain. Pasalnya pemerintah Korsel menjamin produk-produk dalam negeri hanya boleh dikonsumsi masyarakatnya sendiri. Hal ini bertujuan melindungi produk hasil jerih payah petaninya.

"Selama ini, mereka begitu tertutup karena mereka mau melindungi petani dan nelayan mereka," jelas Gita.

Gita meminta agar pasar buah-buahan yang diproduksi Korea juga bisa dibuka untuk negara luar. "Kami minta produk buah-buahan dibuka juga untuk negara luar," ungkap Gita.

Korsel juga sudah memberi sinyal akan membuka peluang pasar pangan mereka untuk Indonesia. Bagi Korea mengekspor produk pangan keluar negeri bukan masalah.

"Kelihatannya mereka cukup bisa terbuka mengenai hal-hal seperti itu terakhir yang dibicarakan," papar Gita.

Sebelumnya, Korsel sudah menyakatan ketertarikannya untuk berinvestasi di sektor otomotif.

Gita mengatakan, beberapa hari lalu sejumlah kementerian memang berkunjung ke negeri Ginseng tersebut, dalam kunjungan tersebut Korea Selatan langsung menyatakan niatnya berinvestasi.

"Korea Selatan minta dibukakan pintu untuk investasi di sektor otomotif," ujar Gita.

Gita menjelaskan, Pemerintah Indonesia saat ini belum ingin membuka investasi otomotif untuk asing. Kecuali negara tersebut berinvestasi secara besar-besaran.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved