Kapitalisasi Pasar Saham BRI Tembus Rp 188,7 Triliun
Setelah 10 tahun memegang predikat sebagai perusahaan publik, kapitalisasi pasar saham PT Bank Rakyat Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Setelah 10 tahun memegang predikat sebagai perusahaan publik, kapitalisasi pasar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menembus Rp 188,7 triliun sampai dengan akhir perdagangan minggu lalu.
Corporate Secretary Bank BRI, Muhamad Ali, menuturkan dengan nilai tersebut, kapitalisasi pasar saham BBRI mengalami peningkatan sebanyak 18 kali dari Rp 10,3 triliun.
“Naik 18 kali sejak IPO (initial public offering) tahun 2003 yang mencapai Rp 10,3 triliun,” ujar Ali dalam keteranganya di Jakarta pada Rabu (27/11/2013).
Kapitalisasi pasar yang besar tersebut diikuti dengan volume transaksi harian yang mencapai 36 juta lembar saham per hari di sepanjang tahun 2013 ini.
"Hal ini mencerminkan besarnya tingkat ketertarikan investor terhadap saham BBRI, untuk sektor perbankan," jelasnya.
Menurutnya, peningkatan sebesar 18 kali itu tidak lepas dari apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan. Sebagaimana diketahui bahwa laba bersih BBRI pada 2003 hanya sebesar Rp 2,58 triliun.
Ajaibnya per September 2013 atau triwulan III/2013, BRI mencatatkan laba terbesar perbankan nasional yakni sebesar Rp 15,2 triliun. Bahkan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih BRI setelah IPO tercatat 24,5 persen.
Ali juga menerangkan, kinclongnya kinerja saham Bank BRI tak lepas juga dari kinerja segmen kredit andalan perseroan yakni mikro.
Penyaluran kredit mikro BRI pada 2003 hanya sebesar Rp 14,5 triliun, sementara per September 2013 kredit mikro BRI yang telah disalurkan mencapai Rp 128,1 triliun. Tercatat rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) penyaluran kredit mikro BRI pada 10 tahun terakhir yakni 25 persen.
“Ini merupakan dampak dari konsistensi BRI untuk tetap fokus dalam pengembangan bisnis mikro yang ditunjang oleh infrastruktur, sumberdaya manusia dan monitoring system yang kuat,” papar Ali.
Seperti diketahui hingga saat ini, kapitalisasi pasar BRI menempati urutan terbesar ke-6 setelah HM Sampoerna, Unilever, Telkom, BCA dan Astra dari 481 perusahaan terdaftar di BEI.