Asuransi Sinar Mas Tuntaskan Pembayaran Klaim Kebakaran
PT Asuransi Sinar Mas (ASM) melakukan pembayaran final klaim senilai Rp 7,012 Miliar kepada nasabah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Asuransi Sinar Mas (ASM) melakukan pembayaran final klaim senilai Rp 7,012 Miliar kepada nasabah ASM cabang Makassar. Ini merupakan bagian dari Total nilai klaim kebakaran gudang sebesar Rp 9,350 Miliar.
Dumasi M M Samosir, Direktur ASM menuturkan pembayaran itu karena Nasabah mengalami kerugian akibat kebakaran gudang miliknya yang disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik.
"Hal ini sesuai dengan komitment Perusahaan, pembayaran klaim merupakan faktor pelayanan yang diutamakan oleh ASM. terutama untuk klaim asuransi kebakaran dengan objek rumah tinggal dan ruko yang disebabkan kebakaran dan gempa," jelasnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (18/12/2013).
ASM memiliki komitment untuk melakukan pembayaran klaim secara ekspress (7 hari) sejak adanya persetujuan mengenai ganti rugi dari Tertanggung. Pembayaran ini melanjutkan pembayaran interim payment sebesar Rp. 2,337 Miliar telah dibayarkan pada bulan Oktober 2013.
Pembayaran klaim sejalan dengan komitmen PT. Asuransi Sinar Mas sepanjang tahun 2013 yang gencar melakukan ekspansi pemasaran melalui pembukaan Marketing Point (MP) dan Marketing Point Agency (MPA).
"Terdapat 30 MPA yang telah dibuka di berbagai wilayah di Sumatera dan Jawa. Sedangkan di wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua telah dibuka 24 Marketing Point, tentu fasilitas pembayaran klaim juga lebih mudah," katanya.
Dengan pembukaan MP dan MPA ini maka jaringan pemasaran ASM saat ini berjumlah 157 Kantor Cabang/Pemasaran/Marketing Point di seluruh Indonesia.
Adapun, sampai dengan Oktober 2013, PT. Asuransi Sinar Mas berhasil membukukan premi brutto (Gross Premium Written) sebesar Rp. 3,713 Triliun, meningkat sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2012.
Perolehan premi brutto tersebut masih didominasi dari Asuransi Kebakaran menyumbangkan premi Rp. 1,545 Triliun atau 42 persen, Asuransi Kendaraan Bermotor sebesar Rp. 898,690 Miliar atau 24 persen dari total premi brutto, Asuransi Kesehatan sebesar Rp. 753,999 Miliar, atau 20 persen dari total premi brutto dan Asuransi lain-lain sebesar 8 persen dari total premi brutto.