Breaking News:

Hatta Rajasa: Banyak Utang Semakin Membuat Indonesia Baik

Semakin kecil utang yang dimiliki suatu negara, maka kian besar dana anggaran pemerintahnya untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Tribunnews/DANY PERMANA
Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa (dua kanan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Adiatmaputra Fajar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak kalangan yang menilai, semakin kecil utang yang dimiliki suatu negara, maka kian besar dana anggaran pemerintahnya bisa untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

Namun, logika seperti itu tak berlaku bagi Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Hatta Rajasa.

Bagi besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, semakin besar utang yang dimiliki negara justru kian bertambah baik di mata para lembaga maupun negara pendonor alias pemberi utang.

Pasalnya, kata dia, semakin banyak memiliki utang, maka Indonesia bakal dinilai semakin mampu melakukan pembayaran utang tersebut.

Hatta memberi contoh saat ia masih jadi pengusaha. Kala itu, Hatta berutang karena kesusahan membayar utang Rp 100 juta. Namun, seiring bisnisnya berkembang, Hatta bisa berhutang sampai 6 juta Dolar AS.

"Utang saya jadi 6 juta Dolar AS, saya enteng saja membayarnya karena penghasilan saya besar," ujar Hatta di gedung BPPT, Minggu (26/1/2014).

Hatta mejelaskan, mekanisme mendapatkan pinjaman utang pun berlaku terhadap negara. Dalam hal ini, rasio utang dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB).

Realisasi utang Indonesia pada tahun 2013 mencapai Rp 2.371,39 triliun. Rasio utang terhadap PDB, masih lebih rendah dari batasan yang ditetapkan dalam UU keuangan negara sebesar 60 persen.

Hatta mengungkapkan, negara pernah menyentuh rasio utang 58 persen dari pada PDB. Kendati demikian, rasio sebesar itu masih dalam tarat aman.

"Sekarang PDB Indonesia itu hanya 38 persen, cara mengukur itu jangan nominal saja," tandasnya.

Berita Populer
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved