Pemilu 2014
Libur Coblosan Pedagang Malioboro Sepi Pembeli
Para pedagang di tempat yang menjadi ikon wisata Kota Yogyakarta tersebut justru mengalami penurunan omset.
Laporan Reporter Tribun Jogja, M Fatoni
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Meski hari Pemilu, Rabu (9/4) kemarin ditetapkan sebagai hari libur nasional, namun tak berdampak signifikan bagi para pedagang di Malioboro.
Para pedagang di tempat yang menjadi ikon wisata Kota Yogyakarta tersebut justru mengalami penurunan omset.
Seperti yang dituturkan Sunarni, misalnya, yang mengaku dagangannya malah sepi pembeli. Warga asal Paliyan, Gunungkidul tersebut menuturkan baju yang dijualnya hanya laku tiga potong saat hari libur Pemilu kemarin.
“Biasanya malah bisa laku minimal lima sampai tujuh, tapi kemarin cuma laku tiga, justru menurun,” tuturnya saat ditemui, Kamis (10/4).
Ia menambahkan, dirinya membuka dagangan sejak pukul 10.00 saat hari pencoblosan,Rabu kemarin. Awalnya, ia menduga wisatawan atau pengunjung kawasan Malioboro tetap ramai seperti hari libur pada umumnya, atau saat hari-hari biasa.
Namun harapannya tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada di lapangan. Narni mengaku kawasan Malioboro baru mulai menggeliat dan pengunjung mulai ramai saat memasuki siang menjelang sore dan malam hari.
“Malah sepi pas pagi dan siang itu, mungkin masih sibuk nyoblos atau memilih di rumah, jadi yang main ke Malioboro ndak begitu ramai,” ujarnya. (Tribunjogja.com)