Minggu, 12 April 2026

Pelaku Pariwisata Bali Gugat Pelayanan Bandara Ngurai Rai

Pelaku pariwisata meminta pengelola Bandara Internasional Ngurah Rai, memaksimalkan pelayanan terbaik.

Editor: Sugiyarto
TRIBUN BALI/Andriansyah (Bali)
Seorang pemandu wisata menjemput wisatawan di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai, Bali, Rabu (12/3/2014). Kunjungan Wisatawan ke Bali masih terlihat ramai menjelang Hari Raya Nyepi. (Tribun Bali/Andriansyah). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pelaku pariwisata meminta pengelola Bandara Internasional Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, memaksimalkan pelayanan terbaik.

Harapan ini berkaitan dengan perluasan, renovasi, dan penataan ulang kawasan bandara yang rampung akhir Juni.

Kritik terkait bandara berupa masih simpang siurnya permasalahan parkir, persoalan imigrasi, kenyamanan ruang tunggu dengan gerai oleh-oleh, hingga keramahan petugas bandara.

Pihak bandara menegaskan, Juni mendatang, ketika Bandara Ngurah Rai rampung secara keseluruhan, segala kritik pun terkikis.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Ketut Ardhika mengatakan, pihaknya mencatat sejumlah ketidakpuasan wisatawan yang datang terhadap keberadaan bandara.

Ia mencontohkan lamanya pemeriksaan pihak imigrasi, banyaknya sopir yang menawarkan jasa antar dengan kendaraan di pintu keluar terminal internasional dan domestik, sampai kamar mandi yang kurang bersih.

”Kami benar-benar mengharapkan perhatian pengelola agar mampu memperbaiki segala hal ini,” kata Ardhika pada acara pertemuan Selasa Pariwisata membahas persoalan Bandara Ngurah Rai, di kantor GIPI, Denpasar, Selasa (22/4/2014).

Co-General Manager Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai I Gusti Ngurah Ardhita berterima kasih dengan adanya kritik dan masukan kepada bandara.

Ia selaku pengelola berupaya maksimal memikirkan hal tersebut agar dapat terselesaikan bersamaan dengan selesainya perluasan bandara.

Ia berjanji, dengan wajah baru bandara, pelayanan menjadi lebih baik dan nyaman bagi para penumpang.

Namun, Ardhita mengingatkan, beberapa hal dalam pengambilan keputusan di lingkungan bandara tidak mudah.

Alasannya, keamanan menjadi faktor utama dalam keputusan tersebut.

Apalagi, Bali sering menjadi tuan rumah agenda internasional, termasuk yang melibatkan kedatangan sejumlah kepala negara.

Karena itu, ia berharap masyarakat pariwisata memahami keadaan Ngurah Rai.

Ia tetap meminta kesabaran mereka dan berjanji satu per satu persoalan diselesaikan dengan baik. (AYS)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved