Breaking News:

OJK: Produk Unit Link kerap Ditanyakan Investor

"Ada pertanyaan yang sangat sederhana seperti bagaimana mengajukan klaim yang baik dan lain-lain namun sebagian besar tetap pada unit link," tukasnya.

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Suasana aktivitas di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2013). Dalam keterangannya pada Kuartal I OJK telah menunjukkan kinerja yang positif dalam rangka perbaikan kebijakan bidang ekonomi dan industri keuangan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka call center layanan konsumen pada 2013 lalu hingga saat ini, OJK mencatat 14 ribu konsumen telah menghubungi call center OJK tersebut.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan, Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan, 80 persen dari para konsumen yang menghubungi call center OJK itu menanyakan produk unit link.

"Kebanyakan melakukan pertanyaan mengenai unit link atau suatu produk asuransi berbalut investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi, produk berbalut investasi ini yang membingungkan konsumen," kata Titu, di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Selain melakukan pertanyaan terkait dengan unit link, Kusumaningtuti atau yang sering disapa Titu mengungkapkan, para konsumen juga sering bertanya terkait dengan pengajuan klaim pada asuransi.

"Ada pertanyaan yang sangat sederhana seperti bagaimana mengajukan klaim yang baik dan lain-lain namun sebagian besar tetap pada unit link," tukasnya.

Dari jumlah panggilan tersebut, OJK juga mencatat, sampai dengan tanggal 26 Mei 2014, sebanyak 1.903 pengaduan telah diterima oleh OJK dari konsumen dan masyarakat terkait keluhan soal lembaga jasa keuangan (LJK) baik perbankan, pasar modal, maupun Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved