Breaking News:

Pasokan Beras Bulog Cukup, Pemerintah Masih Mau Impor

Dari data Kementerian Perdagangan pasokan beras tahun lalu surplus mencapai 4,8 juta ton.

Tribunnews/HERUDIN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari data Kementerian Perdagangan pasokan beras tahun lalu surplus mencapai 4,8 juta ton. Dengan angka sebesar itu, cadangan beras cukup sampai tujuh bulan mendatang.

Menteri Perdagangan M Lutfi mengungkapkan meski pasokan beras cukup, namun pihak pemerintah indikasi akan membuka keran impor. Tujuan utamanya untuk memastikan keamanan pasokan beras hingga akhir tahun.

"Stok bulog sebenarnya cukup, tapi kita antisipasi, adalah memastikan pasokan beras bulog cukup, pasokan beras pemerintah cukup," ujar Lutfi di kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (2/7/2014).

Dari perhitungan Lutfi, pasokan beras Bulog mencapai 1,8 sampai 1,9 juta ton yang cukup untuk selama tujuh bulan. Namun pasokan beras Bulog adalah kelas premium, atau beras yang lebih mahal daripada beras medium dan beras raskin.

"Saat ini yang dipegang beras premium, setelah kelas menengah tumbuh, beras dari medium banyak premium, diatur Bulog mediumnya," ujar Lutfi.

Karena hal itu Lutfi berharap Bulog juga melakukan penyesuaian beras premium. Hal tersebut agar permintaan semua jenis beras bisa terpenuhi.

"Beras premium harus ada penyesuaian, harus diantisipasi segera. Ini supaya ada pasokan premiumnya, kekurangan beras premium," kata Lutfi.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved