Breaking News:

Bisnis Cucian Pakaian yang Tak Pernah Libur Saat Lebaran

Fenomena ini biasa terjadi karena banyak keluarga ditinggal mudik pembantunya ke kampung halaman

TRIBUNNEWS.COM -- Pakaian kotor menumpuk adalah pemandangan yang biasa terjadi usai merayakan Hari Raya Lebaran. Fenomena ini biasa terjadi karena banyak keluarga ditinggal mudik pembantunya ke kampung halaman.  

Selain itu, banyak juga keluarga yang pulang mudik belum sempat mencuci pakaian kotor yang dikenakan selama mudik. Sementara pembantunya belum kembali dari mudik.

Tak pelak, jasa binatu pun laris manis. Sejumlah pelaku usaha binatu mengaku, order cucian meningkat tajam selama libur Lebaran.
Prosperia Michelle, pemilik jasa cuci kiloan Mr. Klin di Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku, tiga hari menjelang hari kerja setelah libur Lebaran, order cucian mulai meningkat.

Kondisi itu terjadi juga di sejumlah cabang Mr. Klin di Tangerang dan Depok. Dengan meningkatnya order cucian, jumlah pelanggan pun bertambah. Selain pelanggan tetap, mereka yang tadinya tidak pernah mencuci di binatunya kini menjadi pelanggan musiman.

Rata-rata peningkatan mencapai dua kali lipat dari hari normal. Michelle bilang, di hari normal, satu cabang rata-rata hanya mencuci 50 kilogram (kg) pakaian per hari. "Saat ini meningkat hingga 100 kg lebih," katanya.

Lantaran order cucian melonjak, layanan jasa cuci juga tidak bisa selesai dalam sehari. Ia mengaku, sudah menyampaikan hal itu ke pelanggannya dan mereka biasa menerimanya. "Sejak awal, saya sudah bilang ke pelanggan baru bisa selesai empat hari, begitu pula layanan ekspres satu hari bisa dua hari," jelasnya.

Kendati order meningkat, Michelle tidak menambah jumlah karyawan. Untuk gerainya di Cengkareng, ia mempekerjakan tiga karyawan. Hanya, ia menerapkan lembur bagi para karyawannya. "Kadang-kadang saya juga turun tangan membantu agar orderan cepat selesai," katanya.

Meningkatnya order cucian berpengaruh terhadap omzet yang didapatnya. Ia mengaku, omzet selama satu bulan ini mencapai Rp 30 juta per bulan, naik 30% dibandingkan bulan biasa yang berkisar mencapai Rp 10 juta.

Michelle berharap, setelah minggu ketiga, suasana kembali normal. Jika terlalu banyak order, ia khawatir pelayanan tidak maksimal. Pemain lain yang merasakan peningkatan order adalah Andi, pemilik Bio Clean Laundry di Bandung, Jawa Barat. Selain di Bandung, Bio Clean Laundry memiliki delapan gerai di sejumlah kota di Jawa Barat.

Namun, peningkatan paling drastis terjadi di Bandung. Peningkatan order cucian mulai dirasakan sehari setelah Lebaran hingga sekarang. Ia mencatat sejak periode 29 Juli 2014 hingga 3 Agustus 2014, pesanan meningkat hingga 600 kg pakaian.

"Sekarang ini puncaknya, hari pertama kerja bisa 250 kg per hari," ujarnya. Menurutnya order melonjak karena banyak yang kemarin baru pulang mudik tidak sempat mencuci. Untuk melayani orderan tersebut, ia juga menerapkan lembur bagi karyawannya. (Rani Nossar)

Tags
laundry
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved