LSM-nya Arnold Schwarzenegger Bangun PLTS dan PLTB di Indonesia

Lembaga ini memiliki visi membantu pemerintah lokal di seluruh dunia dalam mengurangi polusi udara.

LSM-nya Arnold Schwarzenegger Bangun PLTS dan PLTB di Indonesia
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biodiesel (PLTB) dalam waktu dekat. Saat ini, Kementerian ESDM telah meneken kontrak kerjasama dengan organisasi non-profit yang didirikan oleh Gubernur California dan aktor Hollywood Arnold Schwarzenegger yakni, The R20-Regions of Climate Action (R20).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pemerintah telah menyiapkan lahan untuk menanam tanaman kemiri Sunan sebagai bahan baku pembangunan energi terbarukan. "Kemiri sunan akan dibangun di dalam satu tempat yang berbentuk seperti green house, di atapnya bisa untuk menyerap sinar matahari untuk PLTS. Sedangkan di dalamnya ditanami kemiri sunan untuk PLTB," katanya, akhir pekan lalu.

Rida menjelaskan, pembangunan PLTS akan mulai dilakukan minggu depan, dengan menelan investasi sebesar US$ 60 juta. Pembangkit ini diharapkan menghasilkan 15 megawatt (MW) listrik.  Sedangkan untuk proyek PLTB direncanakan selesai paling lama dua tahun mendatang.

Bupati Nias Utara Edward Zega mengatakan, rasio elektrifikasi pemakaian listrik di Indonesia mencapai 81% sedangkan di Nias hanya 19% dengan jumlah penduduk 1 juta jiwa. "Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di wilayah kami kapasitasnya hanya 25 megawatt (MW)," katanya yang juga hadir di Kementerian ESDM. Saat ini, Pulau Nias membutuhkan pasokan listrik sebanyak 100 MW, dan dengan adanya proyek PLTS sebesar 15 MW setidaknya akan mengurangi defisit listrik di Pulau Nias.

Asal tahu saja, R20 adalah organisasi non profit yang didirikan Schwarzenegger tahun 2010. Lembaga ini memiliki visi membantu pemerintah lokal di seluruh dunia dalam mengurangi polusi udara. Caranya adalah dengan mensinergikan antara aparatur, teknologi, dan keuangan untuk menciptakan program low carbon berkelanjutan. (Pratama Guitarra)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved