BCA Dukung Implementansi Pembayaran Non Tunai
BCA berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan alat pembayaran non tunai dalam keperluan sehari-hari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia (BCA) berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan alat pembayaran non tunai dalam keperluan sehari-hari. Dengan demikian, upaya ini mampu segera merealisasikan masyarakat Indonesia yang less cash (Less Cash Society).
Suwignyo Budiman, Direktur BCA, menyatakan implementasi sistem pembayaran non-tunai pada dasarnya lebih mengarah pada bagaimana merubah budaya dan perilaku masyarakat.
"Yang dulunya terbiasa dengan uang tunai menjadi masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya," katanya saat acara Grand Launching Gerakan Nasional Non Tunai yang dilangsungkan di Gedung Kampus IPB Dermaga, Bogor. di Bogor, Senin (29/7/2014).
Untuk berubah, masyarakat tentunya perlu diedukasi dan diberikan pengetahuan akan manfaat dan kelebihan sistem ini, selanjutnya dibuat tertarik dan digerakkan sehingga akhirnya mau mengimplementasikan dalam kehidupannya.
Saat ini sebenarnya makin banyak masyarakat yang menggunakan sistem transaksi non tunai. BCA sebagai bagian dari industri perbankan yang merupakan penyedia utama layanan sistem pembayaran juga telah menfasilitasi kebutuhan masyarakat akan sistem pembayaran non tunai, salah satunya lewat produk kartu prabayar multifungsi BCA, yaitu Flazz.
Kartu Flazz merupakan kartu prabayar multifungsi tercepat pertama di Indonesia yang menggunakan chip dan RFID (Radio Frequency Identification).
Saat ini jumlah Kartu Flazz yang telah beredar sebanyak 6 juta kartu dan dapat dipergunakan di lebih dari 60.000 outlet merchant Flazz. Pemegang Kartu Flazz dapat mengisi ulang kartu Flazz dengan mudah, baik menggunakan sumber dana Kartu Paspor BCA maupun dengan uang tunai, di merchant bertanda “Top Up Flazz di sini” dan atau “Top Up Tunai Flazz di sini”.
Dengan satu Kartu Flazz, pemegang Kartu Flazz bisa melakukan transaksi sehari-hari untuk berbagai lini bisnis dengan cepat dan praktis tanpa harus membawa uang cash.
Flazz dapat digunakan untuk membayar berbagai macam kebutuhan, antara lain untuk berbelanja di pasar modern (mini market, supermarket, hipermarket), membayar tol, membayar parker, membayar tarif transportasi umum seperti Transjakarta (Jakarta),
Commuter Line Jabodetabek, Trans Jogja (Yogya), untuk membeli bensin, dan masih banyak lagi jenis industri lain yang menerima pembayaran menggunakan Flazz.
Merchant Flazz sekarang tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogya, Solo, Malang, Bali, Makassar, Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Batam, Padang, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Manado, Balikpapan, Cirebon. Ke depan akan segera diimplementasikan ke berbagai kota lainnya.
Suwignyo menyampaikan dibanding negara-negara di ASEAN, transaksi pembayaran elektronik di Indonesia masih rendah. Potensi bagi perluasan akses sistem pembayaran non tunai masih sangat besar.
Tren gaya hidup yang ada memang terus mengarah dan menuntut tersedianya layanan sistem pembayaran non tunai yang tidak saja mudah, tetapi juga harus aman, efisien dan menjunjung tinggi aspek perlindungan konsumen serta handal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140320_220346_flazz-sebagai-e-ticket-transjakarta-cepat-dan-praktis.jpg)