Pemerintah Bakal Sederhanakan Perizinan untuk Investor
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, bakal menyederhanakan model perizinan menjadi satu atap.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, bakal menyederhanakan model perizinan menjadi satu atap.
"Pak presiden Ingin izin satu atap, selama ini investor masih harus ke instansi yang berbeda," ujar Sofyan, kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (31/10/2014).
Menurut Sofyan, dengan keputusan Presiden Jokowi tersebut, pemerintah bisa bekerja dengan koordinasi yang benar. Selain itu seluruh kementerian juga bisa cepat melakukan program kerja yang diberikan oleh presiden Jokowi.
"Intinya bagaimana pemerintah bisa bekerja lebih cepat," ungkap Sofyan.
Adapun kemudahan perizinan ini merupakan salah satu dalam program reformasi yang digadang-gadang oleh Presiden Joko Widodo. Dalam konferensi pers, Sofyan juga menjelaskan bahwa berbagai bentuk reformasi tersebut dilakukan untuk mempermudah jalannya usaha. Pengusahaan perizinan satu atap juga tidak membutuhkan banyak biaya, karena itu bisa didahulukan.
Untuk itu, Menko Perekonomian bisa melaksanakan banyak program dengan pembiayaan APBN-P 2015. Tahun ini, tutur Sofyan, kementerian tidak punya biaya. "Kita ingin mengurangi cost of regulation. Ini tecermin tentang tingkat negara kita, tentang index friendly terhadap investor. Singapura menjadi nomor satu. Kita msh 114. Apa yang bisa dlakukan pemerintah, kita lakukan. Kita akan streamline. Izin usaha akan kita teruskan. Izin masaalah kelautan, bisa dimudahkan dan transparan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140121_144812_sofyan-djalil-diperiksa-kpk-menjadi-saksi-korupsi-bank-century.jpg)