Breaking News:

Gejolak Rupiah

Politisi Demokrat Minta Jokowi Tiru SBY Cara Atasi Pelemahan Rupiah

Wakil Ketua Komisi XI ini meminta pemerintah Jokowi-JK jangan berlebihan dalam merespon merosotnya rupiah.

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Petugas menunjukkan dollar AS di salah satu money changer, di Jakarta Pusat, Senin (15/12/2014). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS semakin melemah hingga menyentuh Rp 12.610 per dolar AS, hal itu disebabkan penguatan dolar hingga spekulasi perusahaan lokal yang melakukan aksi beli dolar sebelum akhir tahun. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Marwan Cik Asan keberatan dengan pernyataan Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang menyebut pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh kebijakan pemerintahan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil Ketua Komisi XI ini meminta pemerintah Jokowi-JK jangan berlebihan dalam merespon merosotnya rupiah.

"Saya rasa Pak SBY akan berbesar hati bilamana sebagai mantan Kepala Negara bilamana dimintai bantuan dan masukannya, saya rasa Pak SBY sebagai negarawan besar siap, apalagi demi mengatasi bagsa," kata Marwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/12/2014).

Justru sebaliknya, Marwan menyebut pemerintah SBY berhasil selama 10 tahun membawa perekonomian bangsa.

Karena itu alangkah baiknya keberhasilan pemerintah SBY dalam membangun ekonomi Indonesia selama 10 tahun memimpin Indonesia sangat patut dijadikan referensi atau benchmarking oleh team ekonomi Presiden Jokowi.

"Terutama dalam menghadapi turbulensi gejolak ekonomi dan keuangan global yang minggu ini telah berakibat pada terpuruknya nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp 12.900 per USD (terendah di era reformasi). SBY dengan konsep ekonomi yang lebih dikenal dengan SBY nomic," katanya

"Terbukti Indonesia menjadi negara yang sangat diperhitungkan kemajuan ekonomi selama 10 tahun terakhir bersama Cina, India, Brasil dan Rusia. Konsep SBY-nomic terbukti berhasil membawa Indonesia dapat melewati krisis ekonomi dunia 2008 dan 2009 akibat krisis keuangan di Eropa dan Amerika," tambah Politisi asal Lampung ini.

Salah satu contoh kata Marwan akibat kenaikan harga minyak dunia tahun 2005 dan 2008 dan pemerintah SBY dapat mengatasinya dengan baik.

"Jadi sangat patut dan layak jika presiden Jokowi menugaskan team ekonomi untuk mendiskusikan atau menjadi benchmarking konsep SBY-nomic sebagai salah satu referensi utama dalam mencari solusi untuk mengatasi melemahnya rupiah dan persoalan ekonomi lainnya," tandasnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved