Menteri-menteri Ekonomi Kabinet Jokowi Harus Segera Diganti
Bila Presiden Joko Widodo tidak segera membenahi, bukan tidak mungkin kondisi ekonomi semakin terpuruk
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri kabinet kerja di bidang ekonomi dianggap tak seperti yang diharapkan publik.
Bila Presiden Joko Widodo tidak segera membenahi, bukan tidak mungkin kondisi ekonomi semakin terpuruk.
Demikian dikatakan Dosen Ekonomi asal Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya saat berbincang dengan wartawan, Jumat (3/7/2015).
Menurut ekonom asal INDEF itu kondisi ekonomi dalam negeri saat ini tak menentu karena tak dapat mengantisipasi buruknya kondisi pasar internasional.
Berbeda dengan Tiongkok, Vietnam dan Filipina. Utamanya mengenai pembenahan foreign direct investment (FDI) atau investasi langsung luar negeri yang diakui oleh Berly sedang mengalami penurunan serius.
"Tapi sayangnya investasi di indonesia terutama soal FDI berkurang. Belum lagi sektor dalam negeri baik itu industri pertanian dan perdagangan terus alami penurunan. Masyarakat pun akhirnya menahan-nahan untuk lakukan konsumsi karena harga naik. Akhirnya investasi pun mengalami keraguan, ini bahaya," kata Berly kepada wartawan, Jumat (3/7/2015).
Selain itu, kata Berly, masih banyak kementerian yang tidak terkoordinasi dengan baik dalam hal pengangkatan pejabat eselon I, yang berdampak pada tersendatnya pencairan anggaran di pos kementerian. Ini sangat berpengaruh pada jalannya program pemerintah untuk rakyat.
Di samping itu ekspor Indonesia sampai Mei bulan lalu juga terus mengalami penurunan.
Larangan eskpor bahan mentah menjadi salah satu pemicunya, tapi ekspor Indonesia masih berkutat pada karet atau sawit dan tidak pernah dalam bentuk produksi yang bernilai tambah.
"Jadi sekrang pemerintah hanya fokus program jangka panjang. Memang kita butuh tol laut, pelabuhan atau apapun yang jangka panjang, tapi jangan fokus kesana saja, jangka pendek juga dipikirkan," kata Berly
Melihat fakta diatas, Berly berharap presiden Jokowi harus betul-betul memiliki menteri yang cerdas dan tangguh, agar dapat melahirkan gagasan-gagasan cemerlang guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa.
"Pola berani kayak gitu yang dibutuhkan sekarang. Jangan ragu untuk reshuffle. Ini ekonomi sudah rentan. Faktor dan angkanya jelas, pertumbuhan anjlok," kata Berly.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-mpr-buka-bersama-dengan-presiden-dan-pimpinan-partai_20150623_111548.jpg)