Breaking News:

Masalah UKM di Indonesia Tak Melulu soal Pemodalan

Masalah yang dihadapi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia tak melulu masalah pemodalan.

Editor: Sanusi
ist
Muhammad Awaluddin dan pengurus IMA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masalah yang dihadapi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia tak melulu masalah pemodalan.

Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) periode 2013-2015, Muhammad Awaluddin, mengungkapkan permasalahan utama yang dihadapi UKM di Indonesia untuk menjadi mandiri dan maju adalah faktor pengetahuan (knowledge) berbisnis dan marketing.

"Banyak pelaku UKM dengan bermodalkan “ide” dan modal minim, namun dengan sentuhan pengetahuan, bisnisnya semakin berkembang. Pemahaman akan pengetahuan bukan berarti lulus jenjang pendidikan formal. Pengetahuan dapat didapatkan dari saluran mana saja termasuk informal," kata pria yang juga menjadi Direktur Enterprise dan Business Services Telkom itu kala melepas jabatan sebagai Presiden IMA di Jakarta, Minggu (2/8/2015).

Menurutnya, kini dengan pemanfaatan Information & Communication Technology (ICT), peluang mendapatkan pengetahuan semakin mudah dan terbuka lebar. Pelaku UKM juga dapat mendapatkan pengetahuan dari cerita antar sesama UKM.

“Saya coba transfer knowledge dengan memanfaatkan startup indoTelko.com yang menawarkan mengisi kolom klinik UKM Goes Digital. Sekarang tulisan itu dijadikan buku untuk kalangan terbatas di IMA, dan semoga nanti juga untuk masyarakat umum," jelasnya.

Founder Indonesia Marketing Association (IMA), Hermawan Kartajaya menilai Awaluddin dengan buku terbarunya sebagai contoh nyata “Entrepreneurship 3.0”.

Enterpreneurship 3.0 adalah sebuah konsep dimana pengusaha tidak lagi berfokus pada ambisi pribadi atau kepentingan organisasi saja. Tetapi, pengusaha berupaya untuk berkontribusi untuk kemajuan masyarakat sekitar.

Pengusaha seperti ini tidak lagi hanya mengejar profit, tidak juga hanya memperhatikan tingkat return abiity saja, tetapi bagaimana agar usaha bersama dengan lingkungan dapat sustainable.

“Mengapa saya mengapresiasi buku yang ditulis sahabat saya yang baru saja selesai menunaikan tugasnya sebagai Presiden IMA periode 2013-2015 ini, karena bukunya memberikan inspirasi bagaimana UKM bisa berkembang, tumbuh dan mandiri. Buku dengan konsep “sharing knowledge” mampu memberi jawaban solusi terhadap faktor penyebab kegagalan UKM tadi. Semuanya dalam bahasa sederhana dan mudah difahami,” ulasnya.

Presiden IMA Periode 2015-2017 Arif Wibowo mengakui buku yang ditulis Awaluddin memberikan inspirasi karena UKM sangat strategis untuk menjadi pilar ekonomi Indonesia dengan populasi 240 juta penduduk.

“UKM itu harus ditopang tidak hanya dengan jiwa usahawan, tetapi juga harus punya pemahaman dan penerapan marketing yang up to date dan workable atau “do” able,” katanya.

Sekadar diketahui, buku edisi terbatas Marketing on Small Medium Enterprise, Jurus Ampuh Menggenggam Dunia, karya Awaluddin ini merupakan rangkuman tulisannya di rubrik Klinik UKM Goes Digital di www.indoTelko.com.

Editor in Chief IndoTelko.com Doni Ismanto Darwin mengaku sangat bangga bisa menggaet Awaluddin sebagai salah satu kolumnis di portalnya.

“Pak Awaluddin adalah salah satu mentor saya mengenal industri telekomunikasi karena pengalamannya komplit di sisi teknis dan bisnis. Diibaratkan permainaan sepak bola, beliau ini tipikal playmaker mematikan dimana tak hanya jago menggocek, tetapi bisa menghasilkan gol. Alhamdulillah, beliau bisa saya yakinkan memanfaatkan kanal Klinik UKM Goes Digital di IndoTelko.com sebagai sarana berbagi informasi ke pembaca kami,” kata Alumnus MM Komunikasi Universitas Trisakti ini.

Ditambahkannya, sebagai portal penyedia informasi teknologi informasi, IndoTelko.com akan terus menggandeng pakar-pakar di dunia digital untuk berbagi ilmu ke pembaca. “Konsep kami 3C yakni Coverage, Content, dan Community untuk berkembang dan bersaing di era digital ini,” pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved