Breaking News:

Harga Ayam Melonjak karena Komitmen Pengurangan Suplai Bibit

Nawir Messi meyakini melonjaknya harga daging ayam karena adanya komitmen antara pemerintah dengan pengusaha DOC

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pedagang ayam potong tengah melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Meskipun disejumlah pasar Tradisional pedagang ayam potong mogok, di Pasar Senen tetap berjualan dengan harga yang cukup tinggi yaitu Rp 35.000 per kilogram. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nawir Messi meyakini melonjaknya harga daging ayam karena adanya komitmen antara pemerintah dengan pengusaha DOC (Day Old Chicken) atau bibit ayam yang membatasi suplai bibit.

"Tapi yang agak riskan itu pertemuan Dirjen Peternakan Kementan dengan pengusaha bibit yang melahirkan komitmen pengurangan suplai DOC sebesar 40 persen range stock 10 persen," ujar Nawir di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2015).

Karena kesepakatan tersebut, Nawir mengatakan daging ayam yang masuk ke pasar pada saat itu berkurang secara sangat signifikan yang efeknya terasa di beberapa pekan kedepan.

"Sehingga yang terjadi kemudian pada saat ini naiknya harga yang tidak wajar sehingga sebabkan barang yang diproduksi dengann harga seperti itu tidak terjual secara memadai oleh para pedagang. Saya kira itu yang mendorong pedagang cenderung mogok," kata Nawir.

Nawir mengatakan pemerintah juga dinilai melakukan kesalahan ketika pemerintah melakukan mediasi antara pembibit dengan peternak.

"Jadi ujungnya bermuara pada pengurangan suplai kemudian mendongkrak harga di pasar," ucap Nawir.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved