Gejolak Rupiah
Cegah Pelemahan Rupiah dengan Andalkan Potensi Ekonomi Domestik
Penurunan bunga KUR tersebut, kata Said, bakal mendorong ekonomi sektor usaha kecil
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah mengapresiasi sikap responsif pemerintah dalam menghadapi perlambatan ekonomi global yang juga berimbas keperekonomian domestik.
Menurutnya, paket kebijakan pemerintah seperti penurunan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 21 persen menjadi 12 persen, bebas visa untuk turis asing dari sejumlah negara dan penggunaan produk dalam negeri diyakini menjadi stimulator sehingga kegiatan ekonomi domestik kembali bergeliat.
“Respon pemerintah sangat melegakan dan ini semakin membangkitkan harapan bahwa komitmen pemerintah dalam membenahi ekonomi sudah on the track,” ujar Said, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Penurunan bunga KUR tersebut, kata Said, bakal mendorong ekonomi sektor usaha kecil bergeliat kembali sehingga mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
"Sementara dengan kebijakan bebas visa, bakal membuat wisatawan asing bertambah masuk ke Indonesia dan membantu menambah devisa dalam negeri," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, ekonomi Indonesia tidak akan mengalami resesi karena secara fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dikisaran 4,67 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara yang menjadi mitra dagang Indonesia.
"Saat 1998 lalu, pertumbuhan ekonomi kita minus13 persen. Sekarang, ekonomi kita tumbuh positif. Jadi, nggak mungkin kita mengalami krisis ekonomi," ujar Said yang juga anggota Komisi XI DPR.
Oleh sebab itu, Said mengimbau ke masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dengan gejolak nilai rupiah yang kini menembus level Rp 14.000 per dolar AS. Apalagi, pelemahan mata uang ini hampir merata di seluruh negara.
"Saya berharap masyarakat tidak panik, pelemahan rupiah ini harus dilawan dengan menciptakan produk kreatif dan inovatif yang berdaya saing tinggi. Hal ini akan menjadi momentum mengembalikan kejayaan produksi dalam negeri," ujar Said.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dolar-tembus-rp-14000_20150824_213224.jpg)