Breaking News:

Gejolak Rupiah

Gubernur BI Imbau Masyarakat Lepas Dolar

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus anjlok hingga menyentuh angka di atas Rp. 14.000

Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo ( kedua dari kiri), bersama Ketua DPR, Setya Novanto, saat diwawancara wartawan, di komplek parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2016). 

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus anjlok hingga menyentuh angka di atas Rp. 14.000. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, menyebut rupiah sudah "under value"

"Kita under value, Gubernur Bank Sentral itu hati-hati dalam memilih kalimat. WNI khususnya eksportir, harus lepas dolar," kata Agus kepada wartawan di komplek parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Dengan melepaskan dollar AS yang dimiliki, WNI tersebut bisa berkontribusi dalam upaya menjaga nilai tukar rupiah agar tidak terus anjlok terhadap dolar AS. Hal itu tentunya bisa berdampakn pada perbaikan ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebur Agus mengingatkan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, bukan disebabkan oleh faktor dalam negri. Meroketnya perekonomian AS, telah membuat nilai tukar dollar AS menguat terhadap seluruh mata uang, termasuk terhadap Indonesia.

Sejak krisis pada 2009, AS menurunkan suku bunganya hingga di bawah 1 persen. Kini ekonomi AS sudah membaik, dan dollar AS pun tersedot kembali ke kampung halamannya. Hal itu disebabkan para investor yang mengantisipasi pemerintah AS menaikkan suku bunganya.

Selain menguatnya perekonomian AS, kelesuan ekonomi si Indonesia juga disebabkan oleh memburuknya perekonomian China, hingga Yuan harus di devaluasi. Eratnya hubungan bisnis Indonesia - China, membuat dampak buruk tidak terhindarkan.

"Ini bukan salah Indonesia, ini karena (perekonomian) dunia sedang lemah," tandasnya.

Jika dibandingkan sejumlah negara, Agus menyebut perekonomian Indonesia masih relatif lebih baik. Ia memastikan BI sebagai bank sentral, akan berupaya untuk menanggulangi kelesuan perekonomian Indonesia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved