Pasar Tradisional Terjepit Minimarket, Ini Tindakan Pemkab Gunungkidul

Pertumbuhan toko modern/minimarket berjejaring di Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Pertumbuhan toko modern/minimarket berjejaring di Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat.

Hal itu dikhawatirkan berdampak terhadap kelestarian pasar tradisional serta usaha milik masyarakat. Sehingga pemerintah melakukan pembatasan di setiap kecamatan.

Bentuk serius Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan DPRD terhadap perlindungan pasar tradisional, adalah dengan mengesahkan peraturan daerah (Perda) nomor 16 tahun 2012 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Dalam perda tersebut, pemerintah melakukan pembatasan pendirian toko modern berjejaring di setiap kecamatan maksimal dua unit.

Khusus di wilayah yang kepadatan penduduknya tinggi, seperti Wonosari, Karangmojo, Playen, Semanu, Semin dan Ponjong, pemerintah sudah tidak memberikan ruang bagi pendirian toko modern/minimarket berjejaring nasional.

Namun pembatasan ini tak membuat pemilik modal kehilangan akal. Untuk menyiasati aturan tersebut, pemilik modal mendirikan minimarket jejaring nasional dengan merek lokal.

Dengan begitu, mereka bisa mendirikan usaha karena dalam aturan hanya menyebut toko modern berjejaring nasional.

Dari pantauan Tribun Jogja, dalam setahun terakhir setidaknya muncul tiga toko modern dengan brand lokal yang berdiri di Gunungkidul.

Ketiga toko tersebut pengelolaannya mirip dengan satu toko modern berjejaring nasional.

Selain menjual produk-produk yang diproduksi oleh salah satu jaringan toko modern nasional, sistem komputerisasi pembukuannya pun menggunakan brand yang sama.

Banyaknya toko modern berjejaring yang tumbuh menjamur itu secara langsung berdampak kepada pelaku usaha toko kelontong di sekitarnya.

Satu di antaranya dirasakan Heri. Warga Siraman ini mengaku di wilayahnya sudah berdiri toko modern yang menggunakan brand lokal namun manajemennya dikelola mirip dengan minimarket berjejaring nasional.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved