Rabu, 8 April 2026

Harga BBM

Ekonom: Penurunan Harga BBM Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Daya beli masyarakat akan lebih terdongkrak lagi jika dikombinasikan dengan kenaikan pendapatan UMP

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas SPBU melayani pengendara motor yang akan mengisi bahan bakar minyak jenis pertamax di salah satu SPBU di Kawasan Cikini, Jakarta, Senin (4/1/2015). PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax dari harga Rp 8650 menjadi Rp 8450 dan pertalite dari harga 8200 menjadi 7950 berlaku mulai 5 Januari 2016. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎  Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai ekonom dapat meningkatkan daya beli masyarakat yang akhirnya menggerakan roda ekonomi melaju dengan cepat.

"Saya pikir impactnya akan positif memperbaiki daya beli masyarakat," ‎ujar Ekonom Senior Kenta Institute Eric Sugandi, Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Menurut Eric, daya beli masyarakat akan lebih terdongkrak lagi jika dikombinasikan dengan kenaikan pendapatan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Tapi yang jelas penurunan harga BBM tidak dimasukkannya dana ketahanan energi akan berdampak lebih besar dalam meningkatkan daya beli masyarakat," tutur Eric.

Mulai hari ini harga premium untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali menjadi Rp 7.050 dari sebelumnya Rp 7.400 per liter, sementara untuk non Jawa, Madura, dan Bali seharga Rp 6.950 dari sebelumnya Rp 7.300 per liter.

Sedangkan Solar menjadi Rp 5.650, ‎Pertalite menjadi Rp 7.900, kemudian pertamax untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi Rp 8.500, sementara itu untuk Jawa Tengah dan DIY menjadi Rp 8.600 per liter.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved